LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rupiah tengah melemah, obligasi jangka pendek lebih dilirik

Executive Vice President Intermediary Business PT Schroder Investment Management Indonesia, Renny Raharja, mengatakan obligasi jangka pendek kini berpotensi menjadi pilihan. Imbal hasil obligasi di Indonesia saat ini untuk jangka waktu 10 tahun sebesar 7,8 persen. Imbal hasil obligasi bertenor setahun 7,4 persen.

2018-07-05 16:10:11
obligasi
Advertisement

Ketidakpastian ekonomi RI akibat sentimen global berpengaruh pada sektor investasi. Investor kini dinilai lebih tertarik pada surat utang (obligasi) berjangka pendek.

Executive Vice President Intermediary Business PT Schroder Investment Management Indonesia, Renny Raharja, mengatakan obligasi jangka pendek kini berpotensi menjadi pilihan.

"Karena tekanan Rupiah belum mereda, investor lebih menginginkan imbal hasil (yield) yang lebih besar. Jadi obligasi jangka pendek bisa jadi option," tutur dia di Jakarta, Kamis (5/7).

Advertisement

Kata Renny, imbal hasil obligasi di Indonesia saat ini untuk jangka waktu 10 tahun sebesar 7,8 persen. Sementara itu, untuk imbal hasil obligasi bertenor setahun sebesar 7,4 persen.

"Mereka ingin yield lebih tinggi karena memperhitungkan aspek dari Rupiah ini nantinya kepada total return yang mereka harapkan. Mereka minta lebih tinggi karena tekanan Rupiah yang akan berdampak pada imbal hasil mereka," ujarnya.

Renny menambahkan hal ini seperti terlihat dari dana kelolaan oleh perseroan. Hingga akhir Juni 2018, perseroan mencatatkan dana kelola sebesar Rp 83,2 triliun.

Advertisement

"Ini tercermin dari reksadana yang dikelola Schroders Indonesia. Per akhir Juni 2018 Schroders Indonesia memiliki dana kelolaan sekitar Rp 83,2 triliun. Reksa dana yang menjaring paling banyak dana kelolaan adalah reksa dana campuran dan obligasi jangka pendek," tandasnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6

Baca juga:
BUMN sasar pasar modal cari suntikan dana pengembangan usaha
Kembangkan pelabuhan, Pelindo IV catatkan obligasi Rp 3 triliun
INDEF tuding keagresifan BI naikkan suku bunga acuan ganggu pertumbuhan ekonomi
Terbitkan obligasi, Pelindo IV incar dana segar Rp 3 triliun
Dafam Property terbitkan surat utang Rp 150 M di semester II, danai akuisisi 3 hotel
BPJSTK kelola dana Rp 321 T per Maret 2018, terbesar diinvestasikan di obligasi
BI ingatkan kenaikan peringkat utang RI momentum pengusaha cari pembiayaan

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.