LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rupiah Melemah ke Posisi Rp14.212 per USD, Ini Kata Menko Darmin

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pelemahan Rupiah dipicu oleh pernyataan Gubernur bank sentral Amerika Serikat (The Fed) Jerome Powell, yang memberi sinyal tak lagi menurunkan suku bunga acuan.

2019-08-02 16:07:45
Darmin Nasution
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) melemah ke posisi Rp14.212 per USD. Pada pembukaan perdagangan tadi pagi, Rupiah berada pada level Rp14.179 per USD.

Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, pelemahan Rupiah dipicu oleh pernyataan Gubernur bank sentral Amerika Serikat (The Fed) Jerome Powell, yang memberi sinyal tak lagi menurunkan suku bunga acuan.

"Ini karena orang terpengaruh saja dengan orasi yang ini. Nanti juga dia balik lagi," ujar Menko Darmin di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (2/8).

Advertisement

Menko Darmin melanjutkan, pelemahan nilai tukar juga disebabkan oleh adanya rencana Amerika Serikat mengenakan tarif impor baru kepada China. Meski demikian, pengaruh pernyataan ini tidak terlalu besar.

"Saya lebih cenderung menganggap itu (Pernyataan Jerome Powell), karena kalau semuanya bilang itu adalah pengaruhnya the fed. Tapi juga adalah pengaruhnya Amerika," jelasnya.

Diketahui, The Fed memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke kisaran dua persen hingga 2,25 persen, Rabu (31/7) lalu. The Fed memangkas hanya sebagai antisipasi pelemahan ekonomi akibat perang dagang, dan tidak memberi sinyal penurunan dalam jangka panjang.

Advertisement

Pernyataan Powell mengenai pemangkasan suku bunga merupakan penyesuaian kebijakan The Fed terhadap kenaikan suku bunga tahun lalu. Pemotongan suku bunga juga bukan berarti The Fed akan secara agresif menurunkan tingkat suku bunga.

"Pernyataan tersebut mendorong investor menempatkan dananya dalam dolar AS di tengah kemungkinan pemotongan suku bunga yang akan lebih agresif dilakukan bank sentral lainnya," kata Ekonom Samuel Sekuritas Ahmad Mikail di Jakarta, dikutip Antara, Jumat (2/8).

Baca juga:
LPS Beberkan Alasan Uang Beredar di Indonesia Terus Melambat
Rupiah Menguat Dipicu Sinyal Penurunan Suku Bunga The Fed
Nilai Tukar Rupiah Merosot Lewati Level Rp14.000 per USD
Fakta tentang Renminbi atau Yuan untuk Perdagangan Internasional
5 Fakta Soal Rupiah Saat Dipakai Jadi Mahar, Salah Satunya Kena Denda Rp1 Miliar
BI: Rupiah Boleh Jadi Mahar Asal Jangan Ditekuk Menjadi Bentuk Burung

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.