LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rupiah melemah & harga minyak naik, subsidi listrik 2018 diprediksi tembus Rp 59,9 T

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan subsidi listrik APBN 2018 sebesar Rp 47,66 triliun dan penggantian subsidi listrik pada tahun lalu dianggarkan Rp 5 triliun, sehingga total subsidi listrik tahun ini sebesar Rp 52,66 triliun. Sedangkan realisasi penyerapan subsidi listrik sampai pertengahan 2018 Rp 25,01 triliun.

2018-07-19 20:04:59
Subsidi Listrik
Advertisement

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) memprediksi, subsidi listrik akan melebihi target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja‎ Negara (APBN) 2018, menjadi Rp 59,9 triliun. Penyebabnya antara lain pelemahan Rupiah dan peningkatan harga minyak dunia.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan, mengatakan subsidi listrik APBN 2018 sebesar Rp 47,66 triliun dan penggantian subsidi listrik pada tahun lalu dianggarkan Rp 5 triliun, sehingga total subsidi listrik tahun ini sebesar Rp 52,66 triliun. Sedangkan realisasi penyerapan subsidi listrik sampai pertengahan 2018 Rp 25,01 triliun.

"Subsidi listrik ditetapkan di APBN Rp 52,66 triliun realisasi Rp 25,01 triliun," ‎kata Menteri Jonan saat rapat dengan Komisi VII DPR, di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (19/7).

Advertisement

Menteri Jonan pun memproyeksikan, subsidi listrik pada‎ 2018 membengkak dari yang ditetapkan yaitu mencapai Rp 59,99 triliun. Namun untuk memastikanya harus menunggu audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). "Kita lihat apakah melebihi seperti outlook kami Rp 59,99 triliun kami tidak tahu, realisasi setelah diaudit BPK‎," ujarnya.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng mengungkapkan, proyeksi subsidi listrik membengkak dilatarbelakangi melemahnya Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan kenaikan harga minyak Indonesia Indonesian Crude Price (ICP).‎ Kedua komponen tersebut merupakan bagian dari pembentukan tarif listrik.

Selain itu, penambahan jumlah pelanggan bersubsidi dengan daya 450 volt ampere (va) dan 900 va tidak mampu juga menyumbang pembengkakan subsidi listrik. "ICP kan (naik) sedangkan tarif tidak naik, jumlah pelanggan naik 4 sampai 5 persen yang 450 dan 900," tandasnya.

Advertisement

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6

Baca juga:
Selain listrik, pemerintah naikkan besaran subsidi Solar menjadi Rp 1.000 per liter
Subsidi energi membengkak, pemerintah pastikan tak ditutup dari utang
Guyuran 'bantuan' pemerintah Jokowi hingga 2019, mulai harga BBM hingga dana PKH
Pemerintah berencana beri tambahan subsidi listrik Rp 5 triliun
Jokowi minta tarif listrik tak naik hingga 2019, menkeu hitung ulang besaran subsidi
Realisasi subsidi energi di 2017 lebihi target, termasuk untuk BBM dan listrik
INDEF sebut pelemahan daya beli karena Jokowi cabut subsidi

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.