LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rupiah Ditutup Menguat Tipis di Rp14.346 per USD

Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat terbatas direntang Rp14.330 hingga Rp14.370 per USD.

2022-03-23 15:46:53
Kurs Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah menguat tipis di level Rp14.346 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.347 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang Rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif namun ditutup menguat terbatas direntang Rp14.330 hingga Rp14.370 per USD.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, pasar terus memantau perkembangan tentang tarif pajak pertambahan nilai (PPN) yang akan diberlakukan mulai bulan depan. Sedangkan PPN naik menjadi 11 persen yang sebelumnya sebesar 10 persen.

"Kenaikan PPN ini pun mendapat penolakan dari banyak kalangan termasuk pengusaha. Sebab, saat ini adalah masa pemulihan ekonomi yang tak seharusnya dibarengi dengan kenaikan PPN," ujar Ibrahim dalam riset harian, Jakarta, Rabu (23/3).

Advertisement

Pemerintah menekankan tidak akan ada penundaan PPN. Sebab, uang pajak dibutuhkan untuk membantu masyarakat terutama dalam pandemi Covid-19 seperti memberikan berbagai bantuan sosial (bansos).

Alasan pemerintah, Indonesia masih memiliki ruang untuk menaikkan PPN. Sebab, rata-rata PPN di dunia sebesar 15 persen dan Indonesia baru 10 persen saja sehingga diputuskan untuk menaikkan tarif PPN menjadi 11 persen.

"Oleh karenanya, meski banyak pihak yang merasa ini bukan waktu yang tepat namun menurut pemerintah harus dilakukan saat ini. Sebab, perekonomian sudah mulai pulih dan APBN yang sebelumnya sudah bekerja begitu keras harus kembali disehatkan," jelasnya.

Advertisement

Selain itu, kenaikan PPN tidak bisa hanya dilihat dalam jangka pendek. Sebab, ini dilakukan guna membangun Indonesia yang makin kuat ke depannya. Dengan demikian, maka kenaikan PPN bukan untuk makin menyusahkan masyarakat. Namun untuk membangun masa depan yang akan dinikmati oleh masyarakat juga.

Baca juga:
Rupiah Menguat Dibayangi Proyeksi Kebijakan Agresif The Fed
Pernyataan Gubernur The Fed yang Agresif Buat Dolar AS Perkasa Sore Ini
Pelemahan Rupiah Diklaim Lebih Baik Dibanding Thailand dan Malaysia
Rupiah Ditutup Menguat Tipis Rp14.336 per USD
Rupiah Berfluktuatif Dipengaruhi Ekspektasi Kesepakatan Damai Rusia-Ukraina
Pelaku Pasar Fokus ke Ukraina, Kurs Rupiah Ditutup Melemah ke Rp14.340 per USD

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.