Rupiah Ditutup Menguat Tipis Rp14.336 per USD
Merdeka.com - Nilai tukar Rupiah ditutup menguat tipis di level Rp14.336 per USD dari penutupan sebelumnya di level Rp14.340 per USD. Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuasi namun ditutup menguat tipis direntang Rp14.320 hingga Rp14.370 per USD.
Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, neraca perdagangan Februari 2022 mencatatkan kinerja positif dengan surplus sebesar USD3,83 miliar. Surplus perdagangan ini disebabkan nilai ekspor Indonesia yang tercatat USD20,46 miliar lebih tinggi dari nilai impornya yang hanya USD16,64 miliar.
"Surplus perdagangan Februari 2022 ini melanjutkan tren surplus secara beruntun sejak Mei 2020. Jika dibandingkan dengan periode Februari 2021 dan 2020 yang mengalami surplus sebesar USD1,99 miliar dan USD2,49 miliar, surplus perdagangan Februari 2022 lebih baik," kata Ibrahim dalam riset harian, Jakarta, Senin (21/3).
Sedangkan surplus perdagangan Februari 2022 disumbang oleh perdagangan nonmigas sebesar USD5,73 miliar dan defisit perdagangan migas sebesar USD1,91 miliar. Beberapa negara mitra dagang utama Indonesia, seperti Amerika Serikat (AS), Filipina, dan Jepang menyumbangkan surplus perdagangan terbesar yang mencapai USD3,14 miliar.
"Sementara itu, negara mitra sumber defisit perdagangan tertinggi adalah Tiongkok (USD0,86 miliar), Thailand (USD0,45 miliar), dan Australia (USD0,39 miliar)," jelasnya.
Perang Rusia-Ukraina
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comDi sisi lain, konflik Rusia-Ukraina yang terjadi sejak akhir Februari 2022 ternyata belum memberikan dampak terhadap kinerja perdagangan bilateral Indonesia dengan kedua negara tersebut. Ekspor dan impor Indonesia-Ukraina pada Februari 2022 masih menunjukkan peningkatan dan mencatatkan surplus perdagangan sebesar USD3,60 juta.
"Sementara, ekspor dan impor Indonesia-Rusia justru mengalami penurunan dan membukukan defisit perdagangan sebesar USD4,88 juta di periode yang sama," katanya.
Secara kumulatif, neraca perdagangan Januari—Februari 2022 mengalami surplus USD4,79 miliar, melebihi surplus perdagangan periode Januari-Februari 2021 yang hanya mencapai USD3,95 miliar.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya