LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Rupiah Diprediksi Melemah Seiring Memanasnya Perang Dagang AS-China

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis ini diprediksi cenderung melemah seiring semakin memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

2019-05-09 11:57:23
Rupiah
Advertisement

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis ini diprediksi cenderung melemah seiring semakin memanasnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China.

"Rupiah masih kecenderungan buat melemah. Seperti biasa, trade war ini memang merugikan negara-negara emerging market," kata analis Monex Investindo Futures Dini Nurhadi Yasyi di Jakarta, dikutip Antara, Kamis (9/5).

Berdasarkan keterangan Kantor Perwakilan Dagang AS (US Trade Representative) pada Rabu (8/5) malam, tarif impor dinaikkan dari 10 persen menjadi 25 persen terhadap produk China ke AS senilai 200 miliar dolar AS dan akan berlaku mulai 10 Mei 2019 besok.

Advertisement

Menurut Dini, Presiden AS Donald Trump tidak ambil pusing jika perang dagang terus berlanjut dan bersikeras agar China tidak melakukan hal-hal yang dianggap bisa merugikan AS.

Selain itu pelemahan rupiah juga akan dipicu kekhawatiran tertekannya defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD), yang datanya akan dirilis oleh Bank Indonesia hari ini.

"CAD kita juga kan mengkhawatirkan, soalnya harga minyak dunia lagi menguat tajam. Itu yang bisa mengancam CAD," ujar Dini.

Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak melemah hari ini, Kamis (9/5). Rupiah dibuka di level Rp 14.306 per USD atau melemah tipis dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 14.295 per USD.

Mengutip Bloomberg, Rupiah langsung melemah tajam hingga sentuh level Rp 14.355 per USD. Kemudian menguat, dan saat ini berada di posisi Rp 14.344 per USD.

Baca juga:
Imbas Ancaman Kenaikan Tarif Produk oleh AS, China Siapkan Pembalasan
IHSG Menguat Usai AS Ancam Naikkan Tarif Produk China
Kritik Trump, Warren Buffet Tegaskan Perang Dagang Buruk Bagi Ekonomi Dunia
Usai Nyoblos Pemilu 2019, Sri Mulyani Langsung Bahas Pertumbuhan Ekonomi
Apindo Apresiasi 4,5 Tahun Pertumbuhan Ekonomi Terjaga dari Guncangan Dunia
Ritel Melambat, Pertumbuhan Ekonomi Triwulan I Diprediksi Hanya 5,1 Persen

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.