Rupiah bergerak stagnan di level Rp 13.561 per USD
Rupiah dibuka melemah di level Rp 13.561 atau melemah sangat tipis dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.560 per USD. Nilai tukar sempat menyentuh level Rp 13.576 per USD, namun sempat menguat kembali di level Rp 13.567 per USD. Dan saat ini Rupiah kembali melemah di level Rp 13.577 per USD.
Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak stagnan di perdagangan hari ini, Selasa (20/2). Rupiah dibuka melemah di level Rp 13.561 atau melemah sangat tipis dibanding penutupan perdagangan kemarin di Rp 13.560 per USD.
Mengutip data Bloomberg, nilai tukar Rupiah meneruskan pelemahannya usai pembukaan. Tercatat, nilai tukar sempat menyentuh level Rp 13.576 per USD, namun sempat menguat kembali di level Rp 13.567 per USD. Dan saat ini Rupiah kembali melemah di level Rp 13.577 per USD.
Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, mengatakan, nilai tukar (kurs) Rupiah yang terlalu tinggi tidak bagus bagi dunia usaha. Namun, kurs yang cenderung tidak stabil juga akan mengganggu pengambilan keputusan pada dunia usaha.
Darmin mengatakan, kurs yang tidak stabil membuat pengusaha menahan diri dalam pengambilan kebijakan. Namun jika kurs dan volatilitas terjaga maka akan lebih mudah bagi pengusaha menentukan langkah ke depan.
"Artinya tentu saja bagi dunia usaha kurs itu enggak baik kalau terlalu tinggi. Kalau dampak ekonominya itu ya enggak buru-buru kalau dampak volatilitas keluarnya. Tapi dia akan cenderung mengganggu pengambilan keputusan di dunia usaha," ujar Darmin di Kantornya, Jakarta, Kamis (8/2).
Baca juga:
Tiang girder tol Becakayu roboh, Waskita Karya minta maaf
Penyaluran BPNT 2017 ke 1,2 juta warga miskin ditarget selesai akhir Februari
Menko Luhut tawarkan AirAsia layanan kargo ikan Timur Indonesia
Pertalite laku buat Premium sulit dicari di SPBU
Target bangun 900.000 unit, program 1 juta rumah terkendala harga tanah hingga izin
BP Tapera direncanakan bisa beri pembiayaan pembelian hingga renovasi rumah