Ringankan beban pekerja, pengelola bandara RI bisa tiru Malaysia
Diskon makan dan parkir.
Pengelola Bandara Kuala Lumpur Malaysia menggunakan sejumlah cara untuk menekan aksi kejahatan, termasuk pencurian dilakukan orang dalam. Diantaranya, meringankan beban pengeluaran para pegawai.
"Kalau di bandara kami, memberikan diskon sebesar 15 persen untuk makan bagi para pegawai di bandara. Sementara untuk parkir juga kami berikan hanya 170 ringgit per bulan, kalau untuk tamu 5 ringgit per jam," ungkap Kamarul, staf Bandara Kuala Lumpur, Malaysia, Kamis (28/1).
Menurutnya, kebijakan tersebut sudah lama diterapkan di bandara internasional tersebut.
Dalam kesempatan sama, Direktur Utama Lion Air Edward Sirait mendorong otoritas bandara di Indonesia menerapkan hal sama. Menurutnya, kesejahteraan yang minim mendorong pekerja bandara melakukan aksi kejahatan.
"Faktor orang berpikir kejahatan karena perut. Kalau tarif makan sama parkir disamakan dengan tamu, ya tentu akan mahal," katanya.
"Yang penting ada fasilitas bagi para pegawai di bandara, misal kantin dan area parkir khusus untuk para pegawai di bandara. Sehingga ada harga murah untuk para pegawai."
Edward mengakui sudah pernah mengusulkan itu kepada otoritas Bandara Soekarno-Hatta.
"Sudah di sounding baru bikin di masa Pak Budi Karya (Dirut AP II). Sekarang katanya sudah jalan tapi menggunakan mobil toko."
Baca juga:
Terminal 3 Bandara Soetta mampu tampung 25 juta penumpang
Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta beroperasi penuh Mei 2016
Berbekal bolpoin, porter Lion Air bisa tahu isi koper penumpang
Bos AP II sedih jumlah penumpang transit di Cengkareng masih minim
Di mana sebenarnya letak Bandara Soetta, Cengkareng atau Tangerang