RI-Singapura Kerja Sama Dukung Pemulihan Ekonomi
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pertemuannya dengan Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong bersepakat untuk saling dukung dalam pemulihan ekonomi. Karenanya, sejumlah memorandum of understanding (MoU) kerja sama keuangan diteken hari ini.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, pertemuannya dengan Perdana Menteri (PM) Singapura, Lee Hsien Loong bersepakat untuk saling dukung dalam pemulihan ekonomi. Karenanya, sejumlah memorandum of understanding (MoU) kerja sama keuangan diteken hari ini.
"Guna terus menjaga stabilitas finansial dan moneter, untuk mendukung pemulihan ekonomi, telah ditandatangani pula kerja sama antara lain MoU kerjasama keuangan dan pada November 2021 kerja sama bilateral currency swap agreement (BCSA) dan billateral repo line telah diperpanjang satu tahun," kata Jokowi saat jumpa pers daring, Selasa (25/1).
Jokowi berharap, ke depan antara Indonesia dan Singapura semakin banyak MoU kerjasama yang bisa diteken. Kepala negara Indonesia ini ingin, ada MoU yang menjalin kerjasama terkait inovasi pembayaran dan pencegahan pencucian uang pendanaan terorisme.
"Saya berharap agar MOU bank central terkait inovasi pembayaran, anti pencucian uang dan pencegahan pendanaan terorisme dapat segera ditandatangani," tutur Jokowi.
Menurut Jokowi, Singapura memiliki nilai investasi yang terbesar di Indonesia. Jokowi mencatat, pada Januari hingga September 2021 nilai investasi Singapura mencapai USD 7,3 miliar. Bahkan pada pertemuan hari ini, kedua negara turut bersepakat tentang nilai investasi baru Singapura ke Indonesia senilai USD 9,2 miliar.
"Singapura merupakan investor terbesar di Indonesia. Pertemuan (hari ini) mencatat adanya investasi baru senilai USD 9,2 miliar," tandasnya.
Reporter: Muhammad Radityo
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Sektor Otomotif dan Properti Punya Efek Domino ke Ekonomi
Airlangga Optimis Ekonomi RI 2022 Capai 5,2 Persen, Ini Kuncinya
Hipmi: Pengusaha Muda Harus Bermental Pejuang
Luhut: Kita Tidak Bisa Menghindari Ketidakpastian Global
Di hadapan Pengusaha, Airlangga Beberkan Tantangan Ekonomi Global
Airlangga Bantah Dana PEN untuk Bangun Ibu Kota Baru