LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Revitalisasi Pabrik Gula Terkendala Lahan Tebu Semakin Berkurang

Dalam beberapa tahun terakhir, luas perkebunan tebu terlihat menyusut, karena lahan tebu pada 2014 yang tercatat mencapai 478.108 hektare, mengecil menjadi 453.456 hektare pada 2017.

2019-01-18 11:40:20
Swasembada Gula
Advertisement

Upaya revitalisasi pabrik gula di Indonesia dinilai masih terhambat oleh lahan tebu yang makin terbatas. Keberadaan pabrik gula dan perkebunan tebu saat ini tidak homogen sehingga terdapat tempat yang kelebihan pasokan, namun juga ada yang kekurangan.

""Secara umum, kekurangan bahan baku karena terjadi penurunan luas area tanam," kata Peneliti Agro Ekonomi dari Institut Pertanian Bogor Agus Pakpahan seperti mengutip Antara, Jumat (18/1).

Dalam beberapa tahun terakhir, luas perkebunan tebu terlihat menyusut, karena lahan tebu pada 2014 yang tercatat mencapai 478.108 hektare, mengecil menjadi 453.456 hektare pada 2017.

Advertisement

Selain itu, menurut Agus, kebijakan yang ada saat ini tidak mampu membuat para petani bergairah untuk menanam tebu, sehingga tidak mengherankan, apabila pabrik gula melakukan impor "raw sugar" untuk mengoptimalkan utilitas pabrik.

Dalam kesempatan terpisah, pengamat ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia Salamuddin Daeng juga mengatakan impor gula untuk menutupi pasokan membuat para petani malas menanam tebu.

"Mereka malas menanam tebu karena harganya murah, jadi kalau pemerintah mau membenahi masalah gula di beberapa bulan terakhir, harus mau belajar dari sejarah, sebetulnya politik gula yang harus diperbaiki," ujarnya.

Advertisement

Menurut dia, pembenahan harus dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya kepada perbaikan pabrik gula, namun juga disertai oleh perlindungan bagi petani tebu.

"Perbaikan atau pembangunan tidak akan efisien, karena petani tidak diberikan subsidi dan perlindungan. Di Indonesia, bentuk bansos itu semua ke petani, jadi lebih ke politis, dan tidak berpengaruh ke perkembangan pertanian," jelasnya

Sebelumnya, PT Perkebunan Nusantara (Persero) yang merupakan holding BUMN perkebunan merencanakan pengembangan lahan tebu ke luar Pulau Jawa. Upaya ini dilakukan mengingat semakin terbatasnya lahan sekitar Pabrik Gula (PG) di Pulau Jawa.

EVP Gula dan Tanaman Semusim PTPN III, Aris Toharisman mengatakan, setidaknya sudah ada tiga titik yang akan dikembangkan menjadi lahan tanaman tebu yang merupakan bahan baku pembuat gula.

Pertama, holding BUMN perkebunan ini akan mengembangkan lahan seluas 4.500 hektar (ha) di Tinanggea, Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara. Ini merupakan lahan milik PTPN XIV yang selama ini kurang produktif.

"Ini lokasinya tidak jauh dari Pabrik Gula di Bombana, Kendari. Jaraknya sekitar 60 Km. Tahap awal kita kembangkan tanaman tebu untuk kemudian digiling ke swasta, sebelum nanti perlahan kita akan bangun pabrik sendiri," kata dia saat berbincang dengan wartawan, Jumat (7/12).

Kedua, lahan yang menjadi sasaran adalah di Waingapu, Sumba Timur. Di sana PTPN memiliki lahan 7.200 ha. Lahan tersebut saat ini digunakan untuk peternakan sapi. Nantinya dari lahan itu, sekitar 6.000 ha akan digunakan untuk menanam tebu. Lahan ini hanya berlokasi 40 Km dari PG Muria Sumba Manis milik Djarum.

"Ketiga, kami coba akan maksimalkan lahan di Lampung. Nanti tebu dari sini akan kita manfaatkan untuk memasok PG Bunga Mayang. Selama ini kita pasok ke swasta," tegasnya.

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Revitalisasi Pabrik Bisa Jadi Solusi Kurangi Impor Gula
Lahan Terbatas, PTPN Bakal Ekspansi Lahan Tebu ke Luar Jawa
Asosiasi: Kami konsisten keputusan pemerintah harga gula petani Rp 9.700 per Kg
Ini Strategi Untuk Pemerintah Tingkatkan Industri Gula RI
Geliat petani tebu di tengah ekspansi gula impor
Ratusan petani tebu unjuk rasa depan Istana, minta impor gula dihentikan

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.