Rekomendasi impor garam terbit, operasional industri bisa kembali normal
Pemerintah telah menerbitkan PP Nomor 9 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pengendalian Impor Komoditas Perikanan dan Komoditas Pergaraman Sebagai Bahan Baku dan Bahan Penolong Industri. dengan diterbitkannya peraturan tersebut, operasional industri yang bergantung pada garam industri sebagai bahan baku telah kembali normal.
Pemerintah telah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 9 Tahun 2018 tentang Tata Cara Pengendalian Impor Komoditas Perikanan dan Komoditas Pergaraman Sebagai Bahan Baku dan Bahan Penolong Industri.
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengatakan dengan diterbitkannya peraturan tersebut, operasional industri yang bergantung pada garam industri sebagai bahan baku telah kembali normal. Sebab, industri bisa memenuhi stok bahan bakunya yang telah menipis.
"(Yang hampir berhenti operasi?) Ya, tapi itu kan sudah selesai. (Beroperasi normal?) Iya," ujar dia di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (20/3).
Menurutnya, hingga saat ini sudah ada beberapa industri yang telah mendapatkan rekomendasi impor garam. Sejak PP diterbitkan, Kemenperin telah mengeluarkan rekomendasi untuk 600 ribu ton.
"Ada beberapa (yang dapat rekomendasi). Dan kemarin kita sudah keluarkan lagi sekitar 600 ribuan ton," tandasnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani peraturan pemerintah (PP) terkait garam industri. Salah satu hal yang diatur dalam PP tersebut adalah soal rekomendasi impor garam industri.
"Memang sudah diteken PP-nya oleh Presiden," ujar Darmin di Kantor Kementerian Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/3).
Reporter: Septian Deny
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Jika industri butuh, pemerintah siap buka lebih besar keran impor garam
Airlangga optimistis Indonesia jadi pemain besar di revolusi industri 4.0
4 April, Kemenperin luncurkan peta jalan revolusi industri 4.0
Pengamat nilai defisit neraca perdagangan bikin Rupiah melemah
Pemerintah janji aturan impor garam industri rampung besok