Rehabilitasi lingkungan, PT Bekasi Fajar Industrial tanam 13.000 mangrove di Bekasi
Corporate Secretary BEST, Herdian mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan bekerjasama dengan Forum Pencinta Alam Kawasan Industri (FPAKI) MM2100 dan Gerakan #Savemugo Muara Gembong.
PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST) menggelar penanaman sekitar 13 ribu pohon Mangrove di Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muara Gembong, Bekasi, Jawa Barat.
Corporate Secretary BEST, Herdian mengatakan, kegiatan tersebut dilakukan bekerjasama dengan Forum Pencinta Alam Kawasan Industri (FPAKI) MM2100 dan Gerakan #Savemugo Muara Gembong.
"Gerakan penamanan Mangrove ini merupakan kegiatan lanjutan sejak tahun 2015 untuk rehabilitasi lingkungan di tambak dan area sekitarnya," katanya dikutip keterangan resmi perusahaan di Jakarta, Jumat (24/8).
Kegiatan tersebut dilaksanakan dengan sinergi antara BEST dan PT Megalopolis Manunggal Industrial Development (MMID) melalui wadah MM2100 Peduli serta keikutsertaan para tenant dari Kawasan Industri MM2100.
Herdian menambahkan, penanaman mangrove untuk saat ini diprioritaskan pada muara sungai, mengingat ancaman abrasi pantai yang masih terjadi, di mana manfaat hutan mangrove bagi lingkungan dan kehidupan, antara lain sebagai tempat berlindung dan memijah bagi udang dan ikan dan perendam gas emisi yang berasal dari efek rumah kaca.
"Dengan pelaksanaan penanaman mangrove ini diharapkan program CSR lainnya seperti pendidikan, sosial, kesehatan dan kemasyarakatan yang akan dilaksanakan bersama dengan para tenant di Kawasan Industri MM2100 dan perusahaan/lembaga lainnya melalui wadah MM2100 Peduli dapat memberikan hasil yang lebih baik kepada masyarakat yang membutuhkannya baik secara langsung maupun tidak langsung," tegasnya.
Melalui kerja sama dengan berbagai pihak yang peduli dengan kelestarian ekosistem pesisir pantai di wilayah Bekasi dan sekitarnya, program tersebut juga diharapkan akan terus berkelanjutan.
Baca juga:
Lewat aplikasi MoCehat, ini cara Combiphar dukung perhelatan Asian Games 2018
Blak-blakan Menteri Bambang soal sebab aturan TKDN belum berjalan optimal
RUU SDA dikhawatirkan pengaruhi daya saing industri minuman
Apindo sebut RUU SDA bakal rugikan pengusaha
Unit pengendali hama industri ini bisa hemat listrik 61 persen
Jasa Marga cari lahan murah kembangkan kawasan industri