Putusan Pemerintah Larang Sementara Boeing 737 Max 8 Terbang Dinilai Tepat
Jatuhnya pesawat Boeing 787 Max 8 sebanyak dua kali dalam kurun waktu 5 bulan membuat kelaikan terbang pesawat dipertanyakan. Kementerian Perhubungan mengambil sikap tegas dengan melarang operasional pesawat untuk diinspeksi lebih lanjut.
Jatuhnya pesawat Boeing 787 Max 8 sebanyak dua kali dalam kurun waktu 5 bulan membuat kelaikan terbang pesawat dipertanyakan. Kementerian Perhubungan mengambil sikap tegas dengan melarang operasional pesawat untuk diinspeksi lebih lanjut.
Pengamat penerbangan, Arista Atmadjati, mengungkapkan pemerintah sudah mengambil langkah yang tepat. Hal ini dinilai dapat mencegah kecelakaan serupa terjadi.
"Saya kira bagus, sebagai pencegahan. Belajar dari pengalaman dan dugaan penyebab jatuhnya pesawat itu mengarah ke sistem, berarti pemerintah dan maskapai memang harus pelototi betul-betul Boeing 787 ini, inspeksi lebih lanjut kelemahannya," ujar Arista kepada Liputan6.com, Selasa (12/3).
Arista menyatakan, pesawat baru biasanya memang membutuhkan waktu untuk dinilai laik terbang atau tidak. Dia mengibaratkannya dengan baby sickness, butuh waktu bagi seorang bayi dari merangkak hingga berjalan. Demikian pula pesawat Boeing 787 Max 8.
Dia juga menambahkan agar pemerintah dan maskapai menunggu instruksi lebih lanjut dari Boeing. Sebelumnya, Federal Aviation Administration (FAA), otoritas penerbangan federal Amerika Serikat, juga telah memerintahkan Boeing untuk memodifikasi pesawat jenis ini.
"FAA juga sudah menyuruh Boeing untuk ubah desain kan, paling lambat April. Nanti kita tunggu saja bagaimana keputusan FAA, bagaimana pengaruhnya pada Boeing dan Indonesia," pungkasnya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Pelarangan Terbang Boeing 737 Max 8 Diyakini Tak Ganggu Industri Penerbangan Nasional
Wapres JK Minta Boeing Buktikan Pesawat Buatannya Aman
Pesanan Boeing 737 Max 8 Garuda Indonesia Masih 49 Unit Lagi, Bagaimana Nasibnya?
Lion Air Terbanyak Pakai Boeing 737 Max 8 Layani Rute China dan Umrah
Setelah China dan Indonesia, Singapura Setop Operasional Pesawat Boeing 737 MAX
Kemenhub Memulai Pemeriksaan Boeing 737 Max 8, Hari ini Milik Garuda Indonesia
10 Pesawat Boeing Max 8 Dilarang Terbang, Lion Air Yakinkan Tak Ganggu Operasional