Purbaya Pamer Ekonomi Indonesia Melesat Selama 8 Bulan Jadi Menkeu
Purbaya dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025, dan hingga Mei 2026, ia merasa waktu tersebut berlalu dengan cepat.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi nasional menunjukkan hasil yang menggembirakan. Selama delapan bulan masa jabatannya sebagai Bendahara Negara, ekonomi Indonesia mengalami kemajuan yang signifikan.
Purbaya dilantik sebagai Menteri Keuangan pada 8 September 2025, dan hingga Mei 2026, ia merasa waktu tersebut berlalu dengan cepat.
"Gak kerasa ya (8 bulan menjabat)? Tapi yang kerasa apa?," ungkap Purbaya dalam wawancara dengan Pemimpin Redaksi Emtek Media, Retno Pinasti, pada Minggu (10/5).
Dia menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup baik. Pada kuartal IV-2025, ekonomi Indonesia tumbuh sebesar 5,39 persen, dan pada kuartal I-2026, pertumbuhannya meningkat menjadi 5,61 persen.
"Ekonomi udah mulai naik. Dulu kan kita mau jatuh, saya masuk, triwulan keempat (2025) tumbuh di atas 5,39 persen, triwulan satu (2026), 5,61 persen," jelasnya.
Purbaya optimis bahwa ekonomi Indonesia akan terus mengalami peningkatan di masa mendatang. "Kayaknya kalau kita lihat plot gambarnya kan begini dan ke sana. Jadi ke depan akan lebih cepat lagi," tambahnya.
Optimisme Pertumbuhan Ekonomi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berpendapat bahwa Indonesia mulai meninggalkan kondisi pertumbuhan ekonomi yang stagnan di kisaran 5 persen. Keyakinan ini muncul setelah ekonomi Indonesia mencatat pertumbuhan sebesar 5,61 persen pada kuartal I 2026.
Purbaya bahkan menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional dapat mendekati angka 6 persen hingga akhir tahun ini.
"Kalau saya bilang kita sudah keluar dari kutukan pertumbuhan 5 persen kan, untuk triwulan I 5,61 persen. Kita harapkan ke depan makin cepat, makin cepat, makin cepat. Kita akan jaga momentum pertumbuhan yang ada," tegas Purbaya.
Indonesia Jadi Negara Maju dan Canggih
Ia mengajak semua pihak untuk tetap optimis terhadap keadaan ekonomi nasional. Menurutnya, kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih terbilang baik. "Namun, saya harap teman-teman juga bisa membantu dengan mendoakan, jangan terus menerus menjelek-jelekkan. Ketika fiskal baik, malah dianggap buruk, sementara ketika fiskal baik dan depositonya terjaga, justru itu yang dianggap melemahkan nilai tukar," ungkapnya.
Purbaya bahkan menilai Indonesia sebagai salah satu negara dengan pengelolaan ekonomi yang sangat baik, karena mampu mencapai pertumbuhan yang lebih cepat tanpa perlu menambah anggaran yang besar.
"Sebenarnya, jika dibandingkan dengan negara-negara lain di Asia dan di seluruh dunia, kita ini sangat canggih. Terlebih lagi, baru-baru ini kita berhasil, dan saya sebut itu sebagai keajaiban, karena dengan anggaran yang sama dan tanpa tambahan dana, kita bisa menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat," jelasnya.