Pupuk Indonesia dinobatkan sebagai instansi dengan LHKPN terbaik
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat mengatakan, pihaknya memang konsisten menerapkan kebijakan tentang kepatuhan pelaporan harta kekayaan pejabat. Sejak 2013, kepatuhan pelaporan ini wajib dilaksanakan mulai dari setingkat dewan Komisaris, Direksi dan seluruh jajaran perusahaan.
PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih penghargaan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun 2017 kategori Instansi dengan LHKPN Terbaik. Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kepada perusahaan yang telah berkomitmen tinggi dalam pencegahan korupsi melalui LHKPN.
Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Aas Asikin Idat mengatakan, pihaknya memang konsisten menerapkan kebijakan tentang kepatuhan pelaporan harta kekayaan pejabat. Sejak 2013, kepatuhan pelaporan ini wajib dilaksanakan mulai dari setingkat dewan komisaris, direksi dan seluruh jajaran perusahaan sampai dengan Pejabat setingkat Manajer (Grade II) melalui Pedoman Pelaporan Kekayaan Pejabat.
"Kami juga membuat suatu aturan di perusahaan yang mewajibkan hal itu. Jika tidak dilakukan maka ada punishment (hukuman)," kata Aas di Jakarta, Selasa (12/12).
Tidak hanya itu, PT Pupuk Indonesia juga dinobatkan sebagai 15 instansi yang meraih penghargaan kategori Implementasi LHKPN Terbaik Tahun 2017. Menurutnya, ini berkat berkat upaya perusahaan membentuk Unit Pengelola Laporan Kekayaan Pejabat, kecepatan sosialisasi aplikasi eRegistration bagi pengelola LHKPN, sosialisasi e-Filling bagi Penyelenggara Negara, serta respons keaktifan dari pengelola LHKPN.
"Kami sangat bersyukur dan mengapresiasi penghargaan ini. Penghargaan ini juga sangat baik sekali. Diharapkan bisa mendorong BUMN lainnya untuk lebih patuh lagi dengan pelaporan HKPN," tutup Aas.
Baca juga:
Pertamina harap pembentukan holding BUMN migas terwujud di 2018
Begini cara daftar berlangganan gas PGN, cuma satu jam
Menteri Rini resmikan 3 jembatan gantung di Lebak-Banten
Bos Garuda prediksi lonjakan penumpang saat Natal dan Tahun Baru capai 15 persen
Ini penyebab ratusan penerbangan Garuda Indonesia sempat delay pekan lalu