LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

PUPR Catat Realisasi Proyek Infrastruktur SBSN Capai 94,49 Persen di 2020

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapat alokasi dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp7,61 triliun di 2020, dengan realisasi proyek mencapai 94,49 persen. Realisasi ini merupakan pencapaian kedua tertinggi di antara delapan kementerian/lembaga lain yang melaksanakan Proyek SBSN.

2021-01-21 09:55:30
Pembangunan infrastruktur
Advertisement

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapat alokasi dana Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) senilai Rp7,61 triliun di 2020, dengan realisasi proyek mencapai 94,49 persen. Realisasi ini merupakan pencapaian kedua tertinggi di antara delapan kementerian/lembaga lain yang melaksanakan Proyek SBSN.

"Pembiayaan SBSN Kementerian PUPR terus meningkat setiap tahunnya dari Rp3,5 triliun pada tahun 2015 menjadi Rp15,1 triliun pada tahun 2020. Namun, karena Pandemi COVID-19 ada penghematan anggaran sehingga dana SBSN di Kementerian PUPR menjadi Rp7,61 triliun yang digunakan untuk Ditjen Bina Marga dan Ditjen Sumber Daya Air," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangannya, Kamis (21/1).

Basuki mengatakan, di Ditjen Bina Marga terdapat 254 Proyek SBSN yang dilaksanakan oleh 70 satker di 2020. Salah satunya adalah Flyover Martadinata Simpang Gaplek Kota Tangerang Selatan, Banten. Flyover sepanjang 983,5 meter ini dibangun dengan anggaran Rp79,9 miliar secara multiyears contract (MYC) 2019-2020.

Advertisement

"Ada juga Jembatan Youtefa yang sekarang menjadi ikon Papua, itu juga didanai dari SBSN sebesar Rp1,88 triliun dari 2015-2019," tambahnya.

Sedangkan untuk Ditjen Sumber Daya Air, terdapat 65 proyek yang didanai melalui SBSN yang dilaksanakan oleh 47 satker pelaksana. Salah satu kegiatannya yakni Peningkatan Daerah Irigasi Way Seputih (Lanjutan) Kabupaten Lampung Tengah, Lampung senilai Rp12,4 miliar dari SBSN 2020.

Menurutnya, keunggulan pendanaan infrastruktur menggunakan SBSN yakni kualitas output cukup baik. Menyusul kegiatan monitoring dan evaluasi tidak hanya oleh Kementerian PUPR, tetapi juga oleh Bappenas dan Kementerian Keuangan.

Advertisement

"Bukan berarti yang diluar SBSN kualitasnya jelek, tetapi para satuan kerja meningkatkan kehati-hatian di tata kelola dan pelaksanaannya karena banyak mata yang mengawasi," terangnya.

Sementara itu, di 2021 Kementerian PUPR mendapat alokasi dana SBSN RpRp14,76 triliun. Dana ini akan digunakan untuk 60 proyek infrastruktur di Ditjen Bina Marga berupa pembangunan jalan dan jembatan, serta preservasi rehabilitasi jalan senilai Rp10,53 triliun dan 37 proyek di Ditjen Sumber Daya Air berupa pengendalian banjir dan lahar, pengelolaan bendungan, embung, dan drainase utama perkotaan sebesar Rp4,23 triliun.

Baca juga:
Jokowi Terbitkan Inpres Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan Perbatasan
Sandiaga Uno Menargetkan Sirkuit Mandalika Selesai Juli 2021
Pemerintah Pastikan Pembangunan Infrastruktur Tetap Lanjut di Tengah Pandemi
Ini Proyek Strategis Nasional yang Gunakan Instrumen SBSN
SBSN Telah Biayai 700 Proyek Senilai Rp138,3 Triliun Selama 7 Tahun
Usul Menhub Budi agar Proyek SBSN Tak Terkendala Masalah Pembebasan Lahan

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.