Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Usul Menhub Budi agar Proyek SBSN Tak Terkendala Masalah Pembebasan Lahan

Usul Menhub Budi agar Proyek SBSN Tak Terkendala Masalah Pembebasan Lahan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. ©2020 Merdeka.com/Rifa Yusya Adilah

Merdeka.com - Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi, menilai proyek infrastruktur yang didanai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) memang memberikan suatu keunggulan. Pembiayaan berbasis utang syariah disebutnya bisa mendorong proyek-proyek fisik yang memang berbasis pada performance.

Namun, Menhub Budi Karya mencatat pengerjaan proyek berbasis SBSN kerap terkendala oleh masalah pembebasan tanah. Hal tersebut kemudian dia ceritakan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam Forum Kebijakan Pembiayaan Proyek Infrastruktur melalui SBSN Tahun 2021 secara virtual, Rabu (20/1).

"Tahun 2019-2020 kita mendapatkan suatu projek SBSN yang tidak begitu meningkat. Hal ini lebih banyak karena masalah tanah. Masalah tanah yang sebelumnya dijanjikan oleh Pemda tapi tidak dilakukan sehingga kami bersama-sama LMAN membebaskan tanah," kata Budi Karya.

Oleh karenanya, Menhub Budi Karya lantas memberikan usul kepada Menteri Sri Mulyani agar proses pembebasan tanah sebaiknya didahulukan 1 tahun sebelum pemberian dana SBSN.

"Jadi tahun ini saya usulkan walaupun kita belum dapat SBSN, kita diberikan pembebasan lahan dulu, baru 1 tahun kemudian kita ambil SBSN. Kalau tidak kejar-kejaran tanahnya belum selesai. Kemarin itu kami tidak bisa menyelesaikan karena tanahnya belum selesai," ungkapnya.

Usul Lainnya

usul menhub budi agar proyek sbsn tak terkendala masalah pembebasan lahanRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Usul lainnya, Menhub Budi Karya juga meminta adanya fleksibilitas pembiayaan. Dia mencontohkan penerapan skema alternatif By The Service bagi angkutan massal seperti angkot di Bogor.

"Kita nanti akan buat sistem angkutan yang lebih besar, kita subsidi koperasi karena memang ada gap antara cost dan kemampuan masyarakat," imbuh Menhub Budi Karya.

Menhub Budi Karya lantas menyampaikan, variasi pembiayaan SBSN pada proyek infrastruktur di bawah Kementerian Perhubungan saat ini terus berkembang. Dari yang sebelumnya banyak berkutat di pembangunan kereta api dan udara, kini mulai banyak di proyek-proyek darat.

"Dalam capaiannya, kami bisa mencapai suatu capaian lebih dari 91 persen. Dan ini terkendala sedikit karena memang beberapa proyek itu tanahnya belum selesai," ujar dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu KencanaSumber: Liputan6.com

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP