Puncak konsumsi Premium Cs Natal dan Tahun Baru terjadi pada 24 & 31 Desember 2017
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Migas, Muhammad Ibnu, mengungkapkan puncak realisasi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin (Premium, Pertalite dan Pertamax) terjadi pada H-1 Natal (24 Desember 2017) dan pada H-1 Tahun Baru (31 Desember 2017). Sementara, permintaan tertinggi produk LPG terjadi pada 28 Desember.
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas, Muhammad Ibnu, mengungkapkan puncak realisasi bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin (Premium, Pertalite dan Pertamax) terjadi pada H-1 Natal (24 Desember 2017) dan pada H-1 Tahun Baru (31 Desember 2017). Sementara, permintaan tertinggi produk LPG terjadi pada 28 Desember 2017.
"Realisasi total Premium mencapai 647.343 KL, Pertalite 979.673 KL, Pertamax 433.986 KL dan Solar 1.044.237 KL," kata dia di BPH Migas, Jakarta, Senin (8/1).
Selain itu, pihaknya mencatat adanya penurunan konsumsi BBM jenis Premium dan Solar pada Hari Raya Natal 2017. Di banding periode sama 2016, Premium turun 27,01 persen dan Solar 7,64 persen.
Dia melanjutkan BBM jenis Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo mengalami peningkatan. Tercatat Pertalite meningkat 45,67 persen, Pertamax 14,5 persen, dan Pertamax Turbo 52,22 persen.
Sementara, selama masa posko Hari Raya Natal tahun 2017 dan Tahun Baru 2018 terdapat peningkatan pendistribusian jenis BBM gasoline salah satunya Premium sebesar 12,5 persen dibanding penyaluran harian.
"Pertamax meningkat 20,34 persen, Pertamax Turbo meningkat 0,76 persen dan Avtur meningkat 0,83 persen," ungkapnya.
Untuk jenis gasoil, Solar menurun 25,27 persen. Pertamina Dex turun 12,73 persen dan Dexlite turun 34,42 persen. "Pertalite turun 0,09 persen. Kerosene turun 29,15 persen," tuturnya.
Untuk LPG, Ibnu menjelaskan selama masa posko Hari Raya Natal Tahun 2017 dan Tahun Baru 2018 terjadi kenaikan permintaan LPG sebesar 236 MT(metric ton)/day atau naik 1,01 persen dibandingkan waktu normal.
"Demand tertinggi produk LPG terjadi pada tanggal 28 Desember 2017 yaitu sebesar 25.226 MT dengan peningkatan sebesar 9 persen dari rata-rata normal 23.160 MT," tandasnya.
Baca juga:
2018, pemerintah targetkan distribusi BBM satu harga di 54 titik
Pemerintah sambut jika SPBU Vivo ingin gabung program BBM Satu Harga
Pertamina kembali terpilih sebagai penyalur Premium dkk hingga 2022
AKR Corporindo bangun 5 titik penyaluran BBM satu harga hingga akhir 2017
Pemerintah manfaatkan SPBU Vivo sukseskan program BBM satu harga
Strategi BPH Migas turunkan harga gas bumi untuk sektor industri
BPH Migas minta pemerintah bangun tangki terminal gas alam di kawasan industri