Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemerintah sambut jika SPBU Vivo ingin gabung program BBM Satu Harga

Pemerintah sambut jika SPBU Vivo ingin gabung program BBM Satu Harga SPBU Vivo Cilangkap. ©2017 Merdeka.com/desi

Merdeka.com - Pemerintah terus mendorong distribusi Bahan bakar minyak (BBM) Satu Harga hingga ke seluruh pelosok Indonesia. Pemerintah juga aktif bekerja dengan dengan swasta agar distribusi BBM Satu Harga semakin luas dan menjangkau wilayah terpencil.

"Kita membuka seluas-luasnya baik dari pihak swasta mau mendaftar ke BPH itu nanti kita lihat. Untuk juga nanti kita tugaskan di wilayah mana saja di 3T (terdepan, terluar, terpencil)," ungkap Kepala Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas Fansurullah Asa di Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (8/1).

Ada pun salah satu pemain swasta di sektor distribusi BBM adalah PT Vivo Energy Indonesia yang diketahui telah menjual BBM di beberapa daerah terpencil, seperti Seram, Banten, Sumenep dan Goa.

"Tapi kalau nanti mereka (Vivo Energi) minta di wilayah 3T menjual BBM penugasan solar atau premium ya silakan," kata dia.

Dia menjelaskan, SPBU Vivo belum bisa dikatakan sebagai penyalur BBM Satu Harga. Sebab, BBM yang dijual bukan Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP). Melainkan Jenis BBM Umum (JBU).

"Yang mereka jual itu termasuk jenis BBM umum atau (JBU). Jadi itu keekonomian walaupun dia buat Ron 89. Kalau di BPH itu diatur Ron 88 (jenis BBM khusus penugasan)," kata dia.

Oleh karena itu, pemerintah menyambut positif jika Vivo atau swasta lain tertarik untuk terlibat dalam distribusi BBM Satu Harga. Hal ini dikarenakan masih banyak daerah yang perlu dijangkau program tersebut.

"Karena saat ini milik Pertamina hanya ada 6.800 SPBU. Yang betul punya Pertamina hanya 170. Padahal, jumlah kecamatan kita ada 7.500 kecamatan dan 77.000 desa," tutup Asa.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP