LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

PTTEP: Mencapai SDG's tidak dapat dilakukan tanpa kolaborasi

General Affairs Manager PTTEP Indonesia, Afiat Djajanegara mengatakan, seminar ini digelar untuk menyatukan akademisi, LSM, dan sektor publik dan swasta untuk bersama-sama menciptakan kolaborasi dan front persatuan untuk mencapai SDG's di Indonesia.

2018-07-30 21:40:31
Ekonomi Indonesia
Advertisement

Production Public Company Limitied (PTTEP) Indonesia dan Universitas Trisakti, Program Pascasarjana menggelar seminar nasional bertema 'Membangun Kemitraan yang berkelanjutan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs)' di Makassar.

General Affairs Manager PTTEP Indonesia, Afiat Djajanegara mengatakan, seminar ini digelar untuk menyatukan akademisi, LSM, dan sektor publik dan swasta untuk bersama-sama menciptakan kolaborasi dan front persatuan untuk mencapai SDG's di Indonesia.

Dia menyebut, tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) adalah serangkaian dari 17 tujuan global yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengatasi masalah pembangunan ekonomi dan sosial yang dihadapi dunia di dalam agenda 2030.

Advertisement

"Kita dari sektor swasta menyadari bahwa untuk mencapai SDGs adalah upaya kolektif dan tidak dapat dilakukan tanpa kolaborasi," ucap Afiat dikutip dari Antara, Senin (30/7).

Berkaitan dengan hal tersebut, lanjut dia sebagai langkah nyata dalam menyosialisasikan hal itu, PTTEP indonesia akan mengadakan seminar serupa di kota-kota besar Indonesia, agar kemudian hari dilakukan juga oleh sektor swasta lainnya.

"Alasan kami mengambil Makassar sebagai tempat Seminar dan Workshop SDGS, karena Makassar adalah Kota yang sangat besar, banyak wirausahan serta pusat bisnis wirausaha muda," tambah salah seorang pendiri CECT-MM Sustainbility Universitas Trisakti, Maria Nindita Radyati.

Advertisement

Dia mengemukakan wirausaha muda memiliki sosial kapital, sehingga selaku akademisi memberikan skill Corporate Social Responsbility (CSR) dengan mendesain program yang benar. Pihak PTTEP sendiri akan memberikan masukan (in put) secara terus-menerus dan akan berhenti ketika mitranya sudah mandiri.

Selain seminar nasional ini, PTTEP Indonesia akan menyelenggarakan lokakarya dua hari yang bertujuan untuk melatih LSM lokal tentang cara bermitra dengan sektor swasta dan publik. "Kerja sama dengan LMS sangatlah penting bagi kami, karena mereka memainkan peranan penting mitra terpercayanya bagi stokeholder," kata Afiat.

Baca juga:
Bulog gandeng Jamdatun dalam penyelesaian sengketa hukum
Ketidaksolidan tim ekonomi Jokowi dituding penyebab Rupiah melemah
WIKA raup laba Rp 632,52 miliar sepanjang semester I 2018, tumbuh 39,50 persen
Peran KPR Indonesia pada pertumbuhan ekonomi tertinggal dari Filipina hingga Thailand
BUMN pencetak Rupiah buka lowongan kerja hingga 5 Agustus, ini persyaratannya
BRI kucurkan Rp 44,4 triliun KUR sepanjang semester I 2018

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.