PT Timah Bagikan Dividen Rp474,6 Miliar
Dividen tersebut merupakan 40 persen dari total laba bersih perusahaan tahun 2024 yang mencapai Rp1,19 triliun.
PT Timah Tbk (TINS), anak usaha Holding BUMN Pertambangan MIND ID, menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahun Buku 2024 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (12/6). Dalam RUPS tersebut, disepakati pembagian dividen tunai sebesar Rp474,6 miliar atau setara Rp63,73 per lembar saham.
Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro, menjelaskan bahwa dividen tersebut merupakan 40 persen dari total laba bersih perusahaan tahun 2024 yang mencapai Rp1,19 triliun.
Sepanjang 2024, PT Timah mencatat pendapatan sebesar Rp10,86 triliun, meningkat 29,37 persen dibandingkan Rp8,39 triliun pada 2023. Kenaikan ini ditopang oleh peningkatan volume penjualan dan harga jual rata-rata logam timah.
Namun demikian, beban pokok pendapatan juga mengalami kenaikan tipis sebesar 1,26 persen dari Rp7,93 triliun menjadi Rp8,03 triliun. Perusahaan membukukan laba usaha sebesar Rp1,76 triliun, dengan EBITDA mencapai Rp2,71 triliun, melonjak 396 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski mencatat kinerja keuangan positif, total aset perusahaan per akhir 2024 sedikit menurun sebesar 0,42 persen menjadi Rp12,80 triliun dari Rp12,85 triliun pada 2023. Sementara itu, liabilitas PT Timah berhasil ditekan hingga 19,08 persen menjadi Rp5,35 triliun, turun dari Rp6,61 triliun, seiring pelunasan pinjaman jangka pendek, obligasi, dan pembelian kembali (buyback) surat utang jangka menengah (MTN).
Produksi logam timah perusahaan turut mengalami peningkatan signifikan, naik 23 persen menjadi 18.915 metrik ton dibandingkan 15.340 ton pada tahun sebelumnya. Penjualan logam timah juga tumbuh 22 persen menjadi 17.507 ton dari sebelumnya 14.385 ton.
Untuk menjamin keberlanjutan usaha, PT Timah terus melaksanakan eksplorasi baik di darat maupun laut guna menambah cadangan dan sumber daya mineral timah.
“Perseroan siap menghadapi tantangan ke depan dengan langkah strategis seperti optimalisasi produksi bijih timah, peningkatan tata kelola, serta penguatan kerja sama penambangan darat dan laut,” tegas Restu.