LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

PT Pindad gandeng Brasil produksi roket anyar

Direktur Utama Pindad Abraham Mose bersama dengan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono melakukan kunjungan ke Brasil pada pekan lalu. Dalam kunjungan ini, perseroan mendapat kepercayaan dari perusahaan asal Brasil, yaitu Avibras Company untuk merakit roket.

2018-05-04 12:53:47
PT Pindad
Advertisement

Direktur Utama Pindad Abraham Mose bersama dengan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Mulyono melakukan kunjungan ke Brasil pada pekan lalu. Dalam kunjungan ini, perseroan mendapat kepercayaan dari perusahaan asal Brasil, yaitu Avibras Company untuk merakit roket.

Menurutnya, adanya kepercayaan alih teknologi ini menjadikan kekuatan baru bagi Pindad dalam menjadi industri pendukung kemandirian pertahanan Indonesia. Senjata tersebut telah digunakan oleh banyak negara salah satunya Indonesia melalui TNI.

"Karena kebutuhan TNI banyak sekali, apalagi amunisi latihan, arahan Kasad adalah Pindad yang harus mampu buat itu. Jadi longsongnya dari sana, kita isi, kita rakit di Turen (Malang), dipakai TNI," kata Abraham saat berbincang dengan Liputan6.com, Jumat (4/5).

Advertisement

Untuk membawa dan meluncurkan roket ini, dibutuhkan kendaraan khusus (transporter) yang selama ini juga diproduksi Avibras. Ke depan, Pindad juga berencana memproduksi kendaraan peluncur roket tersebut.

"Jadi mulai akhir tahun kita akan asembling roket ini di Turen. Dan kalau ini sudah jalan, kita juga coba masuk untuk buat sendiri transporternya," imbuhnya.

Setiap tahunnya, TNI membutuhkan setidaknya 3.000 roket baik untuk latihan atau untuk pertahanan. Banyaknya kebutuhan inilah yang menjadi alasan Pindad mencoba untuk alih teknologi dengan Brasil.

Advertisement

Reporter: Ilyas Istianur Praditya

Sumber: Liputan.com

Baca juga:
YLKI harap aksi mogok kerja pilot Garuda Indonesia tak rugikan konsumen
Pindad cetak laba Rp 92 miliar di 2017, tertinggi dalam sejarah BUMN
PT KAI prediksi jumlah pemudik kereta api naik 4 persen
Dampak buruk menyebarnya rekaman Menteri Rini-Sofyan Basir
Faisal Basri: Menteri Rini sakti, lakukan banyak kesalahan tetap dipertahankan Jokowi

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.