PT KAI rekrut 500 orang dukung operasional LRT Jabodebek
Kepala Divisi LRT PT KAI Ahmad Najib Tawangalun mengatakan dari 550 orang tersebut, 200 orang di antaranya diperuntukkan bagi posisi masinis. Sementara 350 orang lainnya untuk mengisi kegiatan operasional termasuk train attendant.
PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI merekrut sebanyak 550 orang untuk mendukung operasional kereta ringan (Light Rail Transit/LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) yang akan beroperasi awal 2019.
Kepala Divisi LRT PT KAI Ahmad Najib Tawangalun mengatakan dari 550 orang tersebut, 200 orang di antaranya diperuntukkan bagi posisi masinis. Sementara 350 orang lainnya untuk mengisi kegiatan operasional termasuk train attendant.
"Kurang lebih 200 orang untuk masinis. Kemudian ada tambahan sampai berjalannya waktu. Perkiraan kita untuk tahun ini sampai 350 orang yang direkrut," kata Najib seperti dikutip Antara, Senin (4/9).
Menurutnya, perekrutan dilakukan sejak sekarang lantaran perusahaan membutuhkan waktu untuk melakukan pelatihan. Di mana kegiatan rekrutmen telah dilakukan perusahaan dalam Bursa Kerja Nasional yang digelar di Jakarta International Expo Kemayoran pada 25-26 Agustus lalu.
Perseroan juga tidak menutup kemungkinan untuk memperbantukan pegawai untuk bekerja di LRT Jabodebek. "Sangat dimungkinkan karena mereka sudah berpengalaman. Memang ini masih baru, butuh pelatihan, tapi tidak menutup kemungkinan karyawan lama bisa masuk," imbuhnya.
Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk, Budi Harto menegaskan penyelesaian proyek transportasi massal itu akan tepat waktu, yakni beroperasi pada Mei 2019.
"Akhir 2018 pembangunan fisik selesai. Comissioning empat bulan dan Mei 2019 beroperasi penuh," jelas Budi.
Baca juga:
Jumlah patahan gempa bertambah, pembangunan infrastruktur tetap jalan
Pembangunan double track Bogor-Sukabumi telan dana Rp 400 miliar
Telan biaya Rp 56 triliun, PLTU Jawa 4 ditarget beroperasi 2021
Hindari spekulan, Presiden Jokowi rahasiakan lokasi pembangunan Bandara Sukabumi
Presiden Jokowi ingin jalur kereta ganda Bogor-Sukabumi dilanjutkan hingga Bandung
Geo Dipa rugi Rp 6 triliun sebab tertundanya proyek PLTP Patuha & Dieng
Geo Dipa utang Rp 3,33 T tambah kapasitas 100 MW di PLTP Patuha dan Dieng