PT JPN resmi jadi pengelola ATM bank Himbara
Himbara (himpunan bank milik negara) telah menunjuk PT Jalin Pembayaran Nusantara (JPN) untuk mengelola operasional ATM bank BUMN. Seiring dengan integrasi ATM Himbara, penyebaran ATM diharapkan bisa lebih merata sehingga, bank BUMN bisa lebih efisien dalam pengelolaan ATM.
Himbara (himpunan bank milik negara) telah menunjuk PT Jalin Pembayaran Nusantara (JPN) untuk mengelola operasional ATM bank BUMN. Seiring dengan integrasi ATM Himbara, penyebaran ATM diharapkan bisa lebih merata sehingga, bank BUMN bisa lebih efisien dalam pengelolaan ATM.
Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Jasa Konsultasi, Gatot Trihargo mengatakan JPN salah satu lembaga switching yang secara resmi sudah mendapat izin Bank Indonesia (BI). Uji tuntas sudah dilakukan oleh Bank Indonesia sehingga JPN secara resmi bisa beroperasi dengan baik dan efisien secara nasional.
"PT Jalin Pembayaran Nusantara, salah satu switching company yang secara resmi sudah mendapat izin Bank Indonesia. Pada waktu pertama kali tanggal 28 Februari, sudah dapat izin," ujar Gatot di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (20/6).
Direktur Eksekutif Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Eni panggabean mengatakan BI sebagai otoritas sistem pembayaran yang memberi izin menginginkan adanya suatu efisiensi nasional. Untuk itu, dibutuhkan suatu interkonektivitas dari pelaku sistem pembayaran.
"Bank Himbara sudah mempunyai PT JPN yang merupakan milik dari BUMN, untuk jadi salah satu lembaga switching yang dimiliki oleh pemerintah. Dengan diberikan izin kepada JPN, maka efisiensi terjadi secara nasional sebagaimana visi misi BI," ujar Eni di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (20/6).
Eni merinci data terakhir transaksi ATM menunjukkan bahwa transaksi harian ATM debit dan uang elektronik rata-rata hampir Rp 17 triliun per hari. Fungsi dari lembaga switching ini penting untuk menciptakan efisiensi transaksi ATM tersebut.
"Kalau ATM debit ada sekitar Rp 17 triliun lebih per hari. Di mana Debit Rp 16 triliun, kartu kredit Rp 780 miliar, ecash (transaksi pembayaran elektronik) Rp 21 miliar per hari jadi sangat dibutuhkan sekali efisiensi transaksi ATM," jelas Eni.
Eni berharap dengan keluarnya ketentuan, PT JPN dapat mengambil bagian dalam pembangunan nasional melalui sistem pembayaran. Selain itu, dengan adanya lembaga switching diharapkan dapat menekan biaya transfer, cek saldo hingga tarik tunai.
"Kami harapkan JPN bisa ikut ambil bagian dalam lembaga switching, di mana di dalamnya termasuk tiga perusahaan switching lain yaitu Artajasa, Prima dan Alto," jelasnya.
"Kami harap biaya transaksi antar bank BUMN di jaringan ATM Link Rp 4.000, nantinya bisa gratis, melalui Jalin ini," pungkasnya.
Baca juga:
Jamin ketersediaan gas bumi, PGN bangun pipanisasi di Duri-Dumai
Bank BUMN siapkan Rp 105,5 triliun untuk Lebaran tahun ini
Bantu nelayan Lebak, Perindo bakal bangun pabrik es setelah Lebaran
Menteri Rini target holding BUMN rumah sakit terbentuk akhir tahun
Pertamina siapkan 9 mobil tangki BBM sepanjang jalur tol fungsional
PLN gelar buka bersama 3.200 anak yatim dan beri santunan Rp 2,65 M
Mudik bareng BUMN, BTN berangkatkan ratusan pekerja sektor properti