Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Rini target holding BUMN rumah sakit terbentuk akhir tahun

Menteri Rini target holding BUMN rumah sakit terbentuk akhir tahun Rini Soemarno hadiri MoU BUMN rumah sakit. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno menyaksikan penandatanganan MoU Pertamedika IHC (Indonesia Healthcare Corporation) dengan anak perusahaan BUMN terkait layanan kesehatan. Penandatanganan MoU tersebut sebagai tindak lanjut surat Menteri Badan Usaha Milik BUMN tanggal 21 Desember 2016 No. 736/MBU12/2016 perihal Pembentukan Holding Rumah Sakit BUMN.

"Holding company dari pelayanan kesehatan untuk BUMN sebetulnya memang sudah cukup lama dipikirkan kementerian BUMN. Bagaimana pelayanan kesehatan yang diberikan oleh BUMN maupun anak BUMN ini dapat diseragamkan. Dapat dioptimalkan untuk kebutuhan karyawan BUMN maupun masyarakat luas dan memberikan pelayanan terbaik," ujar Rini di Kantornya, Jakarta, Selasa (20/6).

Rini mengatakan saat ini masih banyak rumah sakit BUMN yang berjalan sendiri-sendiri. Ini merupakan tantangan bagi Pertamedika IHC bersama anak perusahaan BUMN untuk mengkoordinir semua rumah sakit agar bersama-sama memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

"Layanan rumah sakit adalah layanan dasar. BUMN kalau laporannya ada 78 rumah sakit yang tersebar dengan akreditas kesehatan beragam. BUMN harus memberi yang terbaik kepada masyarakat. Kalau saya mendengar ada yang belum ikut, terus terang saya merasa sedikit sedih," jelasnya.

Untuk itu, Menteri Rini meminta Pertamedika IHC dan perusahaan BUMN lebih aktif mengajak seluruh rumah sakit milik BUMN di Indonesia tergabung dalam satu wadah. Hal tersebut untuk mempermudah koordinasi dalam melakukan fungsi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat.

"Saya tidak mau lihat lagi ada yang tidak ikut. Sebelum akhir tahun semuanya sudah harus masuk. Saya minta dukungan Menkes agar semua itu terjadi. Kalau kita melakukan fungsi kita dengan baik, saya yakin kita bisa membantu pelayanan kesehatan masyarakat luas," pungkasnya.

Adapun 10 perusahaan dan lembaga yang menandatangani MoU antara lain sebagai berikut:

1. PT Garuda Indonesia dalam alih kelola 4 buah klinik milik garuda menjadi IHC Group.

2. PT Telkom Medika yang membawahi 24 Klinik di Jakarta dan Bandung di mana mereka semua masuk dalam IHC Group dan merujuk ke RSPP sebagai Center of Referral.

3. Kepala PPSDM Depkes untuk distribusi Dokter Spesialis ke RS BUMN di daerah.

4. PT Ad Medika selaku Third party Administrator untuk seluruh pengelolaan Managed Care BUMN.

5. PT In Health sebagai Asuransi untuk pembayaran top up sistem pelayanan kesehatan karyawan BUMN.

6. Bank BTN untuk persetujuan prinsip kredit biaya pembangunan RS baru di Medan, Solo dan juga Aksi Korporasi dalam rencana akuisisi RS BUMN serta bridging dana operasional RS BUMN yang kesulitan Cashflow dengan bunga dan persyaratan yang lebih ringan.

7. KONI untuk kerjasama memberikan pelayanan kesehatan selama Asian games 2018 di palembang dan semua event yang diselenggarakan KONI, kita sebagai provider dan atas budget Pemerintah.

8. Kimia Farma untuk kerjasama pemberian harga obat terbaik di seluruh lndonesia untuk IHC Group dan join pengelolaan seluruh Klinik milik Kimia Farma dengan IHC Group serta menjadikan seluruh RS IHC Group sebagai rujukan utama pasien yang berobat di Klinik Kimia Farma;

9. Wijaya Karya / Wika sebagai Investor dan developer perencanaan dan pembangunan RS IHC Group;

10. PT Telekomunikasi lndonesia Tbk untuk kerjasama di bidang Digitalisasi dan penggunaan ICT (lnformation & Communication Technologi) untuk jaringan infrastruktur sistem informasi RS BUMN IHC Member.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP