Presiden Jokowi: Tahun ini setidaknya ada 6 holding BUMN terbentuk
Pembentukan holding diperlukan untuk memperkuat investasi dan memudahkan permodalan bagi BUMN.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegaskan akan membentuk sinergi sejumlah perusahaan Badan Usaha Miliki Negara (BUMN). Sinergi dalam bentuk holding ini diperlukan untuk memperkuat investasi.
"Tahun ini saya sudah targetkan harus ada 'holding-holding' paling tidak enam (perusahaan)," kata Jokowi seperti ditulis Antara, Kamis (31/3).
Menurut Jokowi, pembentukan holding diperlukan untuk memperkuat investasi dan memudahkan permodalan bagi BUMN.
Jokowi meminta sejumlah perusahaan BUMN yang bergerak di sektor serupa dapat bersinergi untuk memperkuat modal, tidak bekerja sendiri-sendiri. Dia juga menyarankan agar sejumlah bank pembangunan daerah dapat saling membantu.
"DKI dengan kekuatan yang besar, Bank DKI, bisa membantu BPD-BPD yang lain kalau itu ada," ujar Jokowi.
Selain itu, Jokowi mengatakan sejumlah dana yang berada di bank-bank BUMN perlu digerakkan ke sektor-sektor produktif atau riil. Dia berharap jika nantinya sejumlah bank itu bersinergi maka akan menggerakkan dana yang ada agar lebih produktif dan memberikan margin yang lebih besar kepada perusahaan dan juga kepada sektor riil masyarakat.
"Tidak bisa lagi (dana) kita taruh harus seperti itu dan hanya mengharapkan bunga yang tinggi. Menurut saya bukan pendidikan yang baik dan ini harus diubah," tegas Presiden.
Presiden mengharapkan dengan demikian terjadi sinkronisasi antara kebijakan moneter dengan kebijakan sektor riil agar tepat sasaran.
Baca juga:
Gerbong kereta buatan INKA diekspor hingga ke Bangladesh
Garuda Indonesia terbang perdana ke Bandara Heathrow London
Saingi IKEA, Perhutani bikin anak usaha jual produk furnitur RI
Pertamina: Penjualan Premium & Solar 2016 tutupi kerugian 2015
Butuh calon pimpinan, BUMN ini buka lowongan kerja
Ini alasan BI ngotot wajibkan perusahaan nasional lakukan hedging
Bank Mandiri akan turunkan suku bunga kredit hingga 50 bps