Presiden Jokowi sumbang Rp 1,3 M untuk korban banjir Garut
Penyerahan bantuan tersebut diwakilkan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki. Teten menegaskan, perlunya segera dilakukan assessment terhadap kerusakan dan kerugian rumah tinggal, rumah sakit, dan infrastruktur lain, agar warga tidak terlalu lama di pengungsian.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyumbangkan bantuan kepada korban bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Garut, Jawa Barat, sebesar Rp 1,3 miliar. Penyerahan bantuan tersebut diwakilkan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.
"Kita bergotong royong untuk membantu korban. Relokasi segera dilakukan, tapi yang penting kondisi alam harus diperbaiki agar bencana tidak terulang. Kita harus bersama-sama menjaga kondisi lingkungan kita," kata Teten seperti dilansir Setkab, Jumat (23/9).
Teten menegaskan, perlunya segera dilakukan assessment terhadap kerusakan dan kerugian rumah tinggal, rumah sakit, dan infrastruktur lain, agar warga tidak terlalu lama di pengungsian.
"Warga di kawasan rawan bencana harus direlokasi secepatnya agar tidak menjadi korban bencana serupa," jelasnya.
Banjir dan longsor membuat 7 kecamatan di Garut terdampak bencana. Sejauh ini, musibah di Garut mengakibatkan 23 orang meninggal dunia dan 18 orang dinyatakan hilang. Banjir bandang dan longsor di Garut dipicu hujan deras sejak Selasa (20/9), pukul 19.00 WIB. Curah hujan tinggi menyebabkan debit Sungai Cimanuk dan Sungai Cikamuri naik secara cepat.
Pukul 20.00 WIB banjir setinggi lutut kemudian sekitar jam 23.00 WIB banjir setinggi 1,5-2 meter namun saat ini sebagian banjir sudah surut.
Operasi pencarian dan evakuasi korban dikoordinir Badan SAR Nasional, sementara Badan Nasional Penanggulangan Bencana terus melakukan pengumpulan data mengenai jumlah korban, penyebab bencana, serta bagaimana mengatasinya.
Baca juga:
'Pemerintah harusnya dahulukan infrastruktur ketimbang reklamasi'
Harga emas Antam turun Rp 1.000 menjadi Rp 607.000 per gram
Kejar 35.000 MW, PLN tak konsisten soal pasokan gas ke PLTGU
Akhir pekan, Rupiah dibuka menguat tipis ke posisi Rp 13.071 per USD
Bos BI beberkan penyebab Rupiah melemah sepanjang Agustus 2016
Susi geram perusahaan perbudakan di Benjina kembali beroperasi
Ini hasil pertemuan Menteri Susi dengan Amerika Serikat