Presiden Jokowi minta Mendag tak abaikan potensi pasar negara kecil
"Karena pasar di negara sekecil apapun itu potensinya ada," kata presiden.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Perdagangan Thomas Lembong dan duta besar Indonesia di dunia untuk mencari pasar ekspor baru atau non tradisional. Presiden ingin pemerintahannya mengubah orientasi ekspor dari hanya nyaman mengandalkan negara yang sudah terjalin kerja sama.
"Jangan kita hanya pasar lama. Pasar non tradisional terus yang harus kita tuju. Karena pasar di negara sekecil apapun itu potensinya ada," katanya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (21/10).
Pemerintah, lanjutnya, juga terus mendorong pengusaha kecil untuk menggenjot produksi dengan menurunkan suku bunga dari 22 persen menjadi 12 persen. Bahkan, rencananya akan terus diturunkan menjadi 9 persen tahun depan.
Dukungan ini dilakukan agar produk-produk potensial yang ada Indonesia dapat semakin banyak dipasarkan keluar negeri. Sebab, pengusaha pemula pun juga bisa melakukan penetrasi pasar ke luar negeri.
"Kredit ekspor yang mengalami problem usahanya kita punya kredit khusus di lembaga pengembangan ekspor Indonesia yaitu LPEI. Yang kita kembangkan adalah industri padat karya yang orientasinya ekspor. Fokusnya akan kesana," tutup Jokowi.
Baca juga:
Tak punya target ekspor, Mendag Lembong ikuti proyeksi Bappenas
Usai buka, Jokowi keliling stan-stan Trade Expo Indonesia 2015
Melihat produk-produk dalam negeri di Trade Expo Indonesia 2015
Presiden Jokowi: Ekspor berbasis konten lokal raup untung banyak
Pengusaha Timur Tengah jajaki investasi kopi di Aceh