Presiden Jokowi: Sangat berbahaya bila terus bergantung BBM impor
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa ketersediaan energi nasional adalah kunci dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan. Namun, dia menyebutkan, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia saat ini baru 50 persen dipenuhi dari produksi dalam negeri.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan, bahwa ketersediaan energi nasional adalah kunci dalam mengentaskan kemiskinan dan mengurangi ketimpangan. Namun, dia menyebutkan, kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) Indonesia saat ini baru 50 persen dipenuhi dari produksi dalam negeri. Sementara, 50 persen sisanya masih tergantung pada impor.
"Saya kira ke depan sangat berbahaya sekali apabila kondisi ini masih kita pakai terus menerus tanpa kita melakukan research, tanpa kita melakukan terobosan-terobosan dalam membangun ketahanan energi kita," kata Presiden Jokowi dikutip dari laman Setkab saat memberikan arahan pada sidang paripurna Dewan Energi Nasional, di Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.
Padahal, menurut Presiden, Indonesia memiliki potensi energi alternatif yang tidak kecil. Sehingga melalui sebuah terobosan, Indonesia bisa lepas dari ketergantungan BBM.
"Saya kira seperti ide penemuan shell gas di Amerika," tutur Presiden Jokowi.
Maka dari itu, lanjut Presiden, dirinya meminta ahli energi membuat suatu rencana dan perhitungan jangka panjang. "Sehingga ketakutan kita akan kekurangan BBM, kekurangan energi itu betul-betul sudah terdesain sejak awal. Ini yang sampai sekarang menurut saya betul-betul belum kita seriusi secara baik," ujarnya.
Baca juga:
Setop impor solar, Pertamina hemat devisa negara
2023, Pertamina targetkan Indonesia swasembada BBM
Begini proses terbentuknya BBM yang dijual di Indonesia
Negara miskin Afrika ini berniat pangkas besar-besaran impor BBM