Presiden Jokowi minta dukungan Ceko untuk sawit RI tetap masuk Eropa
Menurut Fachir, Presiden Jokowi menjelaskan kepada Senat Ceko, bahwa sekitar 17 juta petani Indonesia menggantungkan nasibnya pada produk sawit. Oleh karena itu, perlu dukungan dan perhatian dari pelbagai pihak untuk menjaga stabilitas ekspor sawit sehingga kehidupan petani berada dalam kondisi aman.
Presiden Joko Widodo menerima delegasi Senat Republik Ceko di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/9). Dalam pertemuan, Presiden Jokowi meminta Senat Ceko mendukung produk kelapa sawit Indonesia di Eropa.
"Pesan yang disampaikan adalah permintaan dukungan terhadap produk kelapa sawit Indonesia," kata Wamenlu A.M. Fachir di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/9).
Menurut Fachir, Presiden Jokowi menjelaskan kepada Senat Ceko, bahwa sekitar 17 juta petani Indonesia menggantungkan nasibnya pada produk sawit. Oleh karena itu, perlu dukungan dan perhatian dari pelbagai pihak untuk menjaga stabilitas ekspor sawit sehingga kehidupan petani berada dalam kondisi aman.
Permintaan dukungan oleh Presiden Jokowi ini terkait dengan masih adanya kampanye hitam terhadap produk sawit Indonesia di Eropa. Indonesia kini berjuang untuk melawan kebijakan diskriminatif produk sawit dan turunannya masuk ke Eropa.
Parlemen Eropa mengeluarkan resolusi sawit pada awal Bulan April 2017 lalu. Mereka mengancam embargo minyak sawit yang dikaitkan dengan sejumlah isu lingkungan seperti deforestasi, kebakaran hutan, emisi GHG dan gambut. Bahkan, Uni Eropa merencanakan akan mengembargo penggunaan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel mulai 2021.
Baca juga:
ESDM apresiasi Pertamina perluas penjualan Solar campur 20 persen minyak sawit
Mengupas kendala di balik penerapan B20 di Indonesia
Menko Darmin soal penerapan B20: Ini pertaruhan negara, kita tidak main-main
Kemenhub sebut penerapan B20 masih harus ada penyesuaian
Genap berusia 25 tahun, Sinar Mas resmikan nama baru bisnis oleokimia
Program replanting kelapa sawit diminta dikaji ulang, ini sebabnya
Peremajaan sawit rakyat dorong produktivitas, hasilkan devisa dan pendapatan petani