Presiden Jokowi: Anggaran 2018 harus fokus pada kemiskinan dan dunia usaha
Penggunaan APBN 2018 juga diarahkan untuk mengatasi pengangguran, investasi, ketimpangan sosial, dan masalah hutan sosial. Jokowi juga memerintahkan kepada kementerian dan lembaga agar membantu dunia usaha.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar penggunaan APBN 2018 fokus pada masalah kemiskinan. Oleh karena itu, anggaran untuk pengentasan kemiskinan harus ditambah.
"Anggaran yang berkaitan dengan ini (kemiskinan) agar betul-betul diperhatikan dan ditambah," ungkapnya saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (2/10).
Selain itu, penggunaan APBN 2018 juga diarahkan untuk mengatasi pengangguran, investasi, ketimpangan sosial, dan masalah hutan sosial. Jokowi juga memerintahkan kepada kementerian dan lembaga agar membantu dunia usaha.
"Jangan biarkan investor, pelaku usaha, ngomongnya wait and see terus. Kalau saya tanya itu jawabannya. Artinya kalau ada masalah segera di kementerian, selesaikan segera. Dunia usaha harus dibantu apa pun," tegasnya.
"Karena yang bisa buka dan ciptakan lapangan kerja, infrastruktur mereka (dunia usaha), 60 sampai 70 ada di mereka. Makanya tolong yang berkaitan izin investasi diperhatikan," tutup Jokowi.
Baca juga:
Bantu peralatan SMK, Menperin Airlangga minta tambahan anggaran Rp 828 miliar
Misbakhun dukung anggaran BPK ditingkatkan untuk perkuat fungsi pemeriksaan
Wiranto minta tambahan dana Rp 60 miliar, Rp 6 M buat kajian pemindahan penjara
Menko Darmin minta dana Rp 79,7 M bangun gedung khusus Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Pesan penting Sri Mulyani jaga pertumbuhan ekonomi RI tetap stabil