Pramono Targetkan Pengguna Transportasi Umum Jakarta Tembus 30 Persen pada 2027
Menurut Pramono, meski konektivitas transportasi umum sudah tinggi, tingkat penggunaan transportasi publik secara rutin masih berada di bawah 30 persen.
Gubernur Provinsi Jakarta, Pramono Anung, menargetkan tingkat penggunaan transportasi umum di Jakarta dapat melampaui 30 persen pada tahun depan. Target tersebut didorong oleh semakin terintegrasinya jaringan transportasi publik yang saat ini telah menjangkau lebih dari 93 persen wilayah Jakarta dan kawasan penyangga.
Menurut Pramono, meski konektivitas transportasi umum sudah tinggi, tingkat penggunaan transportasi publik secara rutin masih berada di bawah 30 persen.
“Kalau angka itu bisa tercapai, dampaknya akan sangat signifikan terhadap pengurangan kemacetan karena masyarakat mulai mengubah kebiasaan dari kendaraan pribadi ke transportasi umum,” kata Pramono di Menara Astra, Jumat (5/6).
Ia menjelaskan, pilihan transportasi publik di Jakarta kini semakin lengkap dan terintegrasi, mulai dari wilayah penyangga seperti Cikarang hingga akses dari Bandara Soekarno-Hatta menuju pusat kota.
Pramono juga menyebut kualitas layanan transportasi umum Jakarta terus mengalami peningkatan. Menurutnya, Jakarta kini menempati peringkat kedua terbaik di kawasan ASEAN dalam sektor transportasi publik.
“Sekarang Jakarta berada di posisi kedua terbaik di ASEAN untuk transportasi umum. Kita berada di bawah Singapura, tetapi sudah lebih baik dari Bangkok, Manila, Hanoi, Kuala Lumpur dan kota-kota lainnya di kawasan,” ucap Pramono.
Ia menambahkan, di tingkat Asia, Jakarta berada di posisi kedelapan. Beberapa kota yang masih berada di atas Jakarta antara lain Singapura, Hong Kong, Tokyo, Seoul, Shanghai, Beijing, dan Istanbul. Sementara secara global, Jakarta disebut berada di peringkat ke-27.
Perubahan Signifikan
Pramono menilai masyarakat yang belum pernah menggunakan transportasi umum di Jakarta akan merasakan perubahan yang signifikan dibanding beberapa tahun sebelumnya. Menurutnya, layanan transportasi publik saat ini semakin aman, nyaman, dan terintegrasi.
“Begitu naik transportasi umum di Jakarta, masyarakat akan kaget karena sekarang lebih aman dan lebih nyaman,” katanya.
Selain meningkatkan kualitas layanan, Pemerintah Provinsi Jakarta juga terus memperkuat aspek inklusivitas dalam transportasi publik. Fasilitas yang tersedia kini dirancang lebih ramah bagi penyandang disabilitas serta memberikan kenyamanan lebih bagi perempuan.
“Transportasi umum kita sekarang juga semakin memperhatikan kebutuhan penyandang disabilitas dan perempuan sehingga mereka bisa bepergian dengan lebih nyaman dan aman,” ujar Pramono.