LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pikat investor, KEN dorong waktu eksplorasi dua kali lebih cepat

Waktu eksplorasi dari block award sampai plan of development (POD) ditargetkan menjadi hanya 3,5 tahun.

2016-05-18 15:27:12
Migas
Advertisement

Sekretaris Jenderal Komite Eksplorasi Nasional (KEN) Muhammad Sani mengatakan pihaknya tengah menargetkan percepatan waktu eksplorasi dari block award sampai plan of development (POD) menjadi 3,5 tahun, atau dua kali lebih cepat dari sebelumnya. Sebab, saat ini waktu eksplorasi rata-rata membutuhkan lama 10 tahun, sehingga kurang menarik investor.

Selain itu, KEN menargetkan tercapainya rasio cadangan pengganti (reserve replacement ratio/RRR) lebih dari 100 persen dalam 5 tahun. Sebab, cadangan baru di industri migas masih sekitar 50-54 persen dari yang dikeluarkan.

"Persoalan hulu dengan hilir tidak bisa dipisahkan. Termasuk bagaimana menarik investor dan meningkatkan efisiensi di hilir," kata Sani di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (18/5).

Dengan demikian, KEN memberikan beberapa rekomendasi kepada pemerintah agar target rasio cadangan pengganti bisa tercapai, dan waktu eksplorasi bisa dipangkas. Pertama, diberlakukannya program riset dasar eksplorasi migas yang meliputi Migas Non Konvensional, Sistem Petroleum Pra Tersier, Gas Biogenik, dan Sistem Petroleum Gunung Api.

"Hasilnya akan digunakan untuk membangun wilayah-wilayah kerja baru migas dalam 2-5 tahun ke depan untuk mewujudkan RRR lebih dari 100 persen," imbuhnya.

Kedua, pemerintah sebaiknya tidam memperpanjang wilayah kerja (WK) yang akan habis kontraknya, melainkan dengan memisahkan wilayah produksi (WP) dan wilayah non produksi (WNP). Sehingga, pemerintah bisa mengambil alih kelola WP dengan terms yang baru dan membuka WNP sebagai WK eksplorasi.

"Dari 20 persen yang dikelola blok produksi hanya lapangan lapangan saja. Artinya sisanya tidak disentuh. Harus dipisahkan yang mana yang blok produksi dan yang mana blok eksplorasi. Yang produksi kasih kan saja ke Pertamina. Yang eksplorasi ditawarkan lagi," jelas Sani.

Baca juga:
Pusat logistik diharap gairahkan eksplorasi migas di Indonesia timur
Harga minyak murah, pusat logistik berikat diminta dioptimalkan
Holding BUMN energi bakal ciptakan infrastruktur gas terintegrasi
Akhir Mei, FSRU Lampung serap kargo LNG ketiga dari Tangguh
ESDM dan SKK Migas diminta tegas pada kontraktor Blok Masela
Mencontoh Taiwan, Rizal Ramli ingin RI bangun industri petrokimia
Industri ogah konsumsi, serapan CPO buat biodiesel nonsubsidi lambat

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.