Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

ESDM dan SKK Migas diminta tegas pada kontraktor Blok Masela

ESDM dan SKK Migas diminta tegas pada kontraktor Blok Masela Blok Masela. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) diminta tegas terhadap Inpex dan Shell. Sebab, mereka berlama-lama menyelesaikan perbaikan rencana pengembangan atau plan of development (PoD) Blok Masela.

"Masa bikin PoD sampai tiga tahun? Seharusnya enam bulan bisa beres. Kementerian ESDM dan SKK Migas seharusnya bisa tegas ke kontraktor untuk masalah kontrak ini. Kalau tidak bisa penuhi batas kontrak, selesai. Kalau mau perpanjang, seharusnya 10 tahun sebelum kontrak habis, yakni 2018," kata Tenaga Ahli Bidang Energi Kementerian Koordinator Kemaritiman Haposan Napitupulu, Jakarta, Kamis (12/5).

Menurut Haposan, Inpex mengaku baru bisa menyerahkan revisi PoD Blok Masela pada Juni 2019. Selain itu keputusan final investasi atau Final Investment Decision (FID) pengembangan Blok Masela pada 2025.

"Paling cepat bangun kilang seperti itu empat tahun. Artinya, jika Inpex baru akan membangun 2025, maka 2029 kilangnya jadi. Sedangkan kontrak selesai pada 2028," ujar Haposan.

Haposan curiga jika Inpex dan Shell masih belum bisa menemukan pembeli (offtaker). Sehingga membutuhkan waktu untuk bisa memperbaiki PoD.

"Dia belum dapat pembeli, makanya jadwal mundur. Padahal bisa saja ajak pembeli dari dalam negeri sehingga bukan hanya sekedar ekspor," tuturnya.

"Kementerian ESDM dan SKK Migas bisa saja desak Inpex untuk cari off taker. Ajak kumpul, lalu koordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk menawarkan ke industri dalam negeri."

(mdk/yud)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP