LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

PHRI: Restoran Tidak Bisa Tumbuh Hanya dengan Transformasi ke Online

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran mengaku, tidak sepakat dengan adanya statement yang menyebutkan pelaku usaha bisa tumbuh jika bertransformasi digital atau melakukan penjualan secara online.

2021-07-06 10:06:14
Restoran
Advertisement

Pemerintah tengah mendorong agar pelaku usaha bisa melakukan transformasi menuju ke era digitalisasi. Dengan memanfaatkan digitalisasi, maka diharapkan bisa mendorong penjualannya di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Maulana Yusran mengaku, tidak sepakat dengan adanya statement yang menyebutkan pelaku usaha bisa tumbuh jika bertransformasi digital atau melakukan penjualan secara online.

Dia mengatakan, khusus untuk sektor restoran sendiri tidak bisa melakukan hal tersebut. Sehingga pemanfaatan digitalisasi sangat tidak tepat, apalagi ini membutuhkan waktu panjang. Belum juga menghitung banyaknya restoran yang ada di Indonesia saat ini.

Advertisement

"Tidak bisa kita mengatakan bahwa restoran itu bisa tumbuh dengan mereka manuver atau transfer masih bisnis secara online. Itu tidak betul statement seperti itu," tegasnya seperti dihubungi merdeka.com, Selasa (6/7).

Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menekankan pentingnya suatu inovasi atau terobosan baru di masa pandemi Covid-19. Menyusul adanya penyesuaian pola pikir di seluruh elemen masyarakat dalam menjalani berbagai aktivitas sehari-hari.

"Di masa pandemi ini, lebih-lebih sangat penting membuat satu terobosan. Kita ketahui bersama masa pandemi ini telah mengubah pola pikir semua. Tidak terkecuali yang kaya, yang miskin, yang di kota, dan yang di daerah, sama," tekannya dalam acara Sarasehan Industri Jasa Keuangan di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/5).

Advertisement

Dia mengungkapkan, salah satu terobosan yang bisa dilakukan untuk menyesuaikan pola pikir masyarakat di tengah situasi kedaruratan kesehatan ialah pengembangan digitalisasi. Tujuannya untuk memastikan berbagai aktivitas sosial dan ekonomi tetap berjalan seiring dengan upaya memutus mata rantai penularan virus corona jenis baru tersebut.

"Jadi, yang tadinya kita semua dilakukan dengan fisik. Kita sekarang berpikir, harus berupaya semua dilakukan dengan tidak kontak fisik," bebernya.

Baca juga:
Langgar Prokes, Begini Nasib Emak-Emak Usai buat Video di Restoran Tak Takut Corona
Restoran Langgar Protokol Kesehatan di Padang Didenda Rp500 Ribu
Kebijakan PPKM Darurat Bikin Usaha Restoran dan Perhotelan Mati Suri
Curhat Pengusaha: Restoran Terpaksa Tutup tapi Harus Tetap Bayar Sewa Tempat
Ada PPKM Darurat, Jualan Online Tak Mampu Rem Sektor Restoran Tekan PHK
Pemkot Depok Larangan Restoran Hingga Kafe Layani Makan di Tempat

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.