LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

PHK Massal di Era AI: CrowdStrike Pangkas 5% Karyawan Global

Jika perusahaan bisa menghemat uang dan meningkatkan layanan dengan AI, mereka akan lakukan PHK.

Rabu, 28 Mei 2025 09:32:00
berita update
PHK Massal di Era AI: CrowdStrike Pangkas 5% Karyawan Global (merdeka.com)
Advertisement

Di tengah gegap gempita kemajuan kecerdasan buatan (AI), sebuah ironi terjadi di balik layar industri teknologi. CrowdStrike, perusahaan keamanan siber asal Amerika Serikat yang pernah menjadi sorotan global karena insiden pemadaman sistem TI pada tahun lalu, kini kembali menjadi perbincangan, bukan karena inovasinya, melainkan keputusan kontroversial yang mereka ambil.

Awal pekan ini, CEO CrowdStrike, George Kurtz, mengumumkan pemangkasan sekitar 500 karyawan atau sekitar 5% dari total tenaga kerja perusahaan secara global. Dalam pernyataannya, Kurtz menyebut efisiensi AI sebagai salah satu alasan utama pemutusan hubungan kerja (PHK) tersebut.

“AI telah meratakan kurva perekrutan kami dan mempercepat proses dari ide menjadi produk,” ujar Kurtz dalam memo internal yang juga diajukan dalam laporan bursa saham AS. “AI mendorong efisiensi di semua lini, baik front office maupun back office.”

Namun, bagi sebagian orang, alasan tersebut tidak cukup meyakinkan. Aaron McEwan, wakil presiden di firma riset Gartner, menyebut pengumuman ini sebagai taktik bisnis klasik, membungkus keputusan finansial dengan jargon teknologi.

Advertisement

“Saya pikir ini cara lain untuk membenarkan pemangkasan tenaga kerja karena kinerja keuangan,” kata McEwan skeptis. “Apakah benar efisiensi AI sudah sedemikian nyata, atau ini hanya janji yang belum ditepati?”

CrowdStrike memang mencatat pertumbuhan pendapatan yang signifikan, yakni mencapai US\$1 miliar pada kuartal IV tahun fiskal 2025, naik 25% dari tahun sebelumnya. Tapi di sisi lain, mereka juga mencatat kerugian sebesar US\$92 juta.

Advertisement

Kenyataan makin pahit bila mengingat peristiwa Juli tahun lalu, saat pembaruan perangkat lunak CrowdStrike yang gagal membuat lebih dari 8,5 juta sistem Windows di seluruh dunia lumpuh. Bandara, rumah sakit, jaringan TV, sistem pembayaran, hingga komputer pribadi tak luput dari dampaknya. Karena itu, keputusan PHK saat ini dianggap kurang sensitif secara sosial.

“Bukankah lebih baik kalau mereka mengalihkan tenaga kerja itu untuk memperkuat tim tanggap darurat atau perbaikan bug?” kritik Toby Walsh, profesor AI di Universitas New South Wales.

Tekanan AI

Apa yang terjadi di CrowdStrike bukanlah kasus tunggal. Di berbagai belahan dunia, banyak perusahaan, terutama di sektor teknologi, mulai menggunakan AI bukan hanya sebagai alat bantu kerja, tapi sebagai alasan untuk mengurangi jumlah pekerja.

Menurut laporan Forum Ekonomi Dunia 2023, sebanyak 23% pekerjaan global diperkirakan akan terdampak dalam lima tahun ke depan akibat AI dan tren ekonomi makro lainnya. Sebanyak 83 juta pekerjaan diprediksi akan hilang, sementara hanya 69 juta yang akan tercipta, menyebabkan penurunan bersih sebesar 2%.

“Ini adalah kenyataan yang tidak bisa dihindari,” ujar Niusha Shafiabady, profesor madya bidang kecerdasan komputasional di Universitas Katolik Australia. “Jika perusahaan bisa menghemat uang dan meningkatkan layanan dengan AI, mereka akan lakukan itu. Tidak peduli betapa tidak nyamannya keputusan tersebut bagi pekerja.”

Walsh menekankan bahwa sejarah bisa menjadi pelajaran. “Kita pernah mengalami hal serupa di Revolusi Industri. Jika kita bisa bersatu, penghematan dari teknologi bisa dialihkan untuk menciptakan pekerjaan yang lebih banyak dan lebih baik.”

Advertisement

Namun untuk saat ini, kenyataannya belum seindah itu. AI masih menjadi pedang bermata dua, mempercepat kemajuan, sekaligus memangkas banyak tangan yang dulu membangun fondasi industri ini.

Berita Terbaru
  • Bupati Sadewo: Lengger Bicara Banyumas 2026 Perkuat Identitas Budaya Lokal
  • Kalsel Bangun Layanan Jantung Terpadu dan Kedokteran Nuklir, Tingkatkan Akses Kesehatan Modern
  • Ombudsman Sumsel Temukan Ratusan Dapodik Siswa Baru Sumsel Terancam Tak Terdaftar
  • Gubernur Jabar Salurkan Hadiah Sayembara Korban Penyekapan untuk Masa Depan Keluarga
  • Susunan Pemain Senegal vs Irak: Misi Kemenangan Perdana di Piala Dunia 2026
  • berita update
  • kecerdasan buatan
  • phk massal
Artikel ini ditulis oleh
Editor Yunita Amalia
Y
Reporter Yunita Amalia
Disclaimer

Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.

Berita Terpopuler

Berita Terpopuler

Advertisement
Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.