Phapros Cetak Laba Bersih 113 Persen pada Kuartal I 2026, Penjualan Obat Generik Melesat
PT Phapros Tbk (PEHA) berhasil mencetak pertumbuhan laba bersih yang signifikan sebesar 113 persen pada kuartal I 2026, didorong kenaikan penjualan dan efisiensi biaya yang optimal, menunjukkan kinerja keuangan yang kuat di tengah dinamika global.
PT Phapros Tbk (PEHA), anak usaha dari BUMN farmasi PT Kimia Farma (Persero) Tbk, berhasil mencatatkan kinerja keuangan yang sangat positif pada kuartal I 2026. Perusahaan ini membukukan pertumbuhan laba bersih yang signifikan, mencapai 113 persen secara tahunan (year-on-year/y-o-y).
Laba bersih yang diraih Phapros pada periode Januari-Maret 2026 mencapai Rp761,49 juta. Capaian ini merupakan pembalikan kondisi yang luar biasa, mengingat pada periode yang sama tahun 2025, Phapros masih mengalami kerugian sebesar Rp5,92 miliar.
Peningkatan laba ini didorong oleh kenaikan penjualan yang solid sebesar 10,17 persen, serta kemampuan perusahaan dalam mengelola biaya produksi dan beban usaha secara efektif. Strategi adaptif di tengah dinamika ekonomi global turut menjadi kunci keberhasilan ini.
Kinerja Keuangan Positif Didukung Penjualan dan Efisiensi Biaya
Plt Direktur Utama Phapros, Ida Rahmi Kurniasih, menjelaskan bahwa profitabilitas perusahaan pada kuartal I 2026 ditopang oleh kenaikan penjualan yang mencapai Rp221,09 miliar. Angka ini meningkat dari Rp200,67 miliar pada periode yang sama tahun 2025.
Di sisi lain, biaya produksi barang atau beban pokok penjualan (COGS) Phapros pada kuartal I 2026 hanya mengalami kenaikan sebesar 5,04 persen. Kenaikan ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan pertumbuhan penjualan, menunjukkan efisiensi operasional yang baik.
Dengan terkendalinya COGS, laba kotor Phapros melonjak 16,59 persen menjadi Rp103,96 miliar, dibandingkan dengan Rp89,17 miliar pada kuartal I 2025. Selain itu, beban usaha perusahaan juga relatif stabil, hanya naik 7,35 persen secara y-o-y.
Kombinasi pertumbuhan penjualan yang signifikan dan pengelolaan biaya yang cermat ini memungkinkan Phapros untuk berbalik dari kerugian menjadi mencetak laba bersih. Tren positif ini juga melanjutkan pertumbuhan laba bersih sebesar 109 persen yang telah dicapai pada tahun 2025.
Strategi Adaptif di Tengah Dinamika Global
Ida Rahmi menambahkan bahwa di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian, Phapros mampu menjaga kinerja keuangan dengan baik dan berhasil mencetak laba bersih. Hal ini tidak lepas dari konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi yang telah ditetapkan.
Strategi tersebut meliputi optimalisasi semua saluran penjualan, menjaga kestabilan ketersediaan produk, serta terus mengedepankan efisiensi biaya di semua lini. Phapros juga tetap berkomitmen pada standar mutu yang tinggi dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
"Berbagai langkah strategis tersebut berhasil menjaga profitabilitas berkelanjutan. Setelah berhasil membalikkan kondisi dari rugi pada 2024 menjadi profit pada 2025, kami terus berupaya untuk menjaga profitabilitas perusahaan," jelas Ida Rahmi.
Dalam menyikapi dampak geopolitik yang menyebabkan kenaikan harga bahan baku dan biaya, Phapros telah melakukan mitigasi risiko dengan kontrak pembelian sejak awal tahun. Perusahaan juga terus memantau perkembangan pasar agar tetap adaptif dan target penjualan, biaya, serta laba bersih sesuai RKAP dapat diamankan hingga akhir tahun.
Obat Generik Bermerek Jadi Penopang Utama
Salah satu penopang utama pertumbuhan penjualan Phapros pada periode Januari-Maret 2026 adalah segmen obat generik bermerek (OGB). Penjualan OGB pada kuartal I 2026 melonjak tajam sebesar 59 persen, mencapai Rp128,70 miliar.
Angka ini meningkat signifikan dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya Rp80,88 miliar. Kontribusi OGB sangat vital dalam mendorong performa penjualan keseluruhan perusahaan.
Secara spesifik, obat anti tuberkulosis (TB) untuk dewasa dan anak, serta tablet tambah darah, menjadi produk unggulan dalam kategori OGB. Produk-produk ini tidak hanya mendukung pertumbuhan penjualan, tetapi juga merupakan bagian dari program penting pemerintah terkait penanganan TB, anemia, dan stunting.
Komitmen Phapros dalam mendukung program kesehatan masyarakat Indonesia melalui penyediaan produk-produk esensial ini menunjukkan peran strategis perusahaan dalam sektor farmasi nasional.
Berikut adalah poin-poin penting kinerja keuangan Phapros pada Kuartal I 2026:
- Laba Bersih: Rp761,49 juta (naik 112,86% y-o-y dari rugi Rp5,92 miliar di Q1 2025).
- Penjualan: Rp221,09 miliar (naik 10,17% y-o-y dari Rp200,67 miliar di Q1 2025).
- Laba Kotor: Rp103,96 miliar (naik 16,59% y-o-y dari Rp89,17 miliar di Q1 2025).
- Kenaikan COGS: Hanya 5,04%, lebih rendah dari pertumbuhan penjualan.
- Kenaikan Beban Usaha: Relatif stabil di 7,35% y-o-y.
- Penjualan OGB: Melonjak 59% menjadi Rp128,70 miliar.
Sumber: AntaraNews