PGRI Soroti Perbedaan Gaji Guru SMK Swasta dan Negeri
Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Didi Supriyadi menyoroti adanya ketidakselarasan gaji yang diterima tenaga guru di SMK negeri dengan SMK yang dikelola swasta. Perbedaan besaran gaji ini, berdampak pada ketimpangan kualitas pendidikan antara sekolah negeri dan swasta.
Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI), Didi Supriyadi menyoroti adanya ketidakselarasan gaji yang diterima tenaga guru di SMK negeri dengan SMK yang dikelola swasta.
Perbedaan besaran gaji ini, berdampak pada ketimpangan kualitas pendidikan antara sekolah negeri dan swasta.
"Artinya kalau ada guru swasta kesejahteraan sangat berbeda, kalau nanti output nya agak kurang diterima mari kita sama-sama cek, bahwa ada persoalan," kata dia, dalam diskusi bertajuk 'Vokasi dan Ironi Pendidikan di Era Milenial' di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11).
Dia mengatakan, sebagai contoh di wilayah DKI Jakarta gaji guru negeri bisa mencapai Rp 13 juta per bulan. Sedangkan gaji guru swasta cuma Rp 2 juta per bulan.
"Dari kesejahteraan gaji guru negeri Rp 10 juta sampai Rp 13 juta, tapi di swasta mohon maaf paling Rp 2 juta. Ini jomplang," jelasnya.
Selain itu, menurut dia ada ketimpangan dari sisi jumlah SMK negeri dan SMK Swasta. "DKI (SMK) negeri hanya 63 sekolah dan swasta hampir 500-an (sekolah) dani jomplang," tegasnya.
Baca juga:
Politisi PDIP Harap Jokowi Angkat 1,2 Juta Guru Honorer
Prabowo tolak impor, Ma'ruf Amin setuju impor asal tak berlebihan
Moeldoko: Presiden Jokowi tak ada janji urusan pengangkatan CPNS
Alasan Moeldoko tak temui guru honorer di depan Istana
Strategi MenPAN-RB selesaikan masalah tenaga honorer
Menteri PANRB dan DPR raker bahas rekrutmen CPNS dan tenaga honorer
Geruduk Istana, ribuan honorer minta diangkat jadi PNS tanpa tes