PGRI Soal Guru Honorer: Ada Pensiunan Terima Gaji Rp 160.000 per Bulan
Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Didi Supriyadi, angkat suara mengenai kesejahteraan tenaga guru honorer yang kurang mendapatkan perhatian Pemerintah. Padahal guru honorer ini telah melakukan berbagai cara untuk memperjuangkan haknya.
Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Didi Supriyadi, angkat suara mengenai kesejahteraan tenaga guru honorer yang kurang mendapatkan perhatian Pemerintah. Padahal guru honorer ini telah melakukan berbagai cara untuk memperjuangkan haknya.
"Kembali ke kesejahteraan guru, ini agak dilema juga bagi kami di guru karena sekian banyak guru honorer, sampai tiduran di depan Istana tapi tidak digubris, ada yang jalan kami long march sampai Istana juga tidak diterima, tapi ya itu suatu usaha," ujarnya di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (10/11).
Menurut Didi, ada banyak tenaga guru yang telah mengabdi sekian lama, tapi tak kunjung diangkat menjadi ASN. Dia menyebutkan ada guru honorer yang kemudian pensiun dengan penghasilan yang tidak seberapa.
"Perlu diingat yang honor ini bukan 10 atau 20 tahun, ada yang sudah 30 tahun. Malah tadi pagi ada 1 orang guru yang pensiun guru honor, sudah umur 60 tahun. Gaji terakhirnya Rp 160.000 per bulan," ungkapnya.
Oleh karena itu, dia mengharapkan ada niat baik dari Pemerintah berupa kebijakan yang memperhatikan nasib para tenaga guru honorer.
"Sebetulnya problemnya mungkin orang tahu, tapi niatnya yang tidak ada. Good Will nya itu yang kurang. Sebetulnya kalau niatnya ada, ini kan dari tahun 2005," tandasnya.
Baca juga:
Politisi PDIP Harap Jokowi Angkat 1,2 Juta Guru Honorer
Prabowo tolak impor, Ma'ruf Amin setuju impor asal tak berlebihan
Moeldoko: Presiden Jokowi tak ada janji urusan pengangkatan CPNS
Alasan Moeldoko tak temui guru honorer di depan Istana
Strategi MenPAN-RB selesaikan masalah tenaga honorer
Menteri PANRB dan DPR raker bahas rekrutmen CPNS dan tenaga honorer
Geruduk Istana, ribuan honorer minta diangkat jadi PNS tanpa tes