PGN: Pakai BBG lebih menguntungkan ketimbang Premium
Pemakaian BBG akan meningkatkan ketahanan energi nasional karena bisa menekan ketergantungan BBM impor.
PT Perusahaan Gas Negara (PGN) Tbk mengungkapkan harga Bahan Bakar Gas (BBG) lebih menguntungkan ketimbang Bahan Bakar Minyak (BBM). Harga gas yang dijual PGN dipatok Rp 4.500 liter setara premium (lsp), sedangkan BBM jenis Premium sebesar Rp 6.450 per liter.
Sales Area Head PT PGN Area Lampung, Wendy Purwanto mencontohkan kendaraan menggunakan satu liter premium untuk 10 kilometer, maka pakai BBG pun sama. Sehingga, masyarakat manfaat ekonominya lebih baik.
"Penggunaan BBG sebenarnya lebih ekonomis," ujar dia seperti dilansir Antara, Kamis (30/6).
Pemakaian BBG akan meningkatkan ketahanan energi nasional karena bisa menekan ketergantungan terhadap BBM yang banyak diimpor dari luar negeri. Selain itu, penggunaan BBG juga dinilai akan memperkuat nilai tukar Rupiah karena negara akan mengurangi pembelian Dolar untuk membeli BBM impor.
BBG juga dinilai lebih menguntungkan karena diyakini sifatnya yang ramah lingkungan. "Bahan bakar gas jauh lebih bersih dari pada BBM sehingga polusi akan turun, udara akan lebih bersih," pungkasnya.
Baca juga:
Bulan depan, PGN operasikan SPBG di Lampung
PGN berangkatkan 3.249 sopir bajaj gas hingga OB mudik gratis
Rencana holding BUMN energi bertentangan dengan UUD 1945
Holding BUMN bukan satu-satunya cara perbaiki masalah energi RI
Pembentukan holding BUMN energi dinilai terlalu terburu-buru
Warga Rusun Tebet akui pakai gas PGN hemat 3 kali lipat dari elpiji
Industri di Semarang minati penggunaan gas bumi PGN