LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Peternak: Beras Busuk Bukan Pakan yang Tepat

Ki Musbar menegaskan beras bukan merupakan bagian utama dari komponen pakan ternak unggas, apalagi komposisinya hanya sekitar 3-5 persen dari pakan yang ada.

2019-02-13 17:48:00
Peternakan
Advertisement

Ketua Presidium Peternak Layer Nasional, Ki Musbar Mesdi menegaskan bahwa beras busuk bukan merupakan pakan yang tepat untuk ternak ayam maupun unggas lainnya.

"Kami tidak mengenal beras busuk dipakai pada ayam. Yang kami kenal adalah bekatul dan menir," kata Ki Musbar seperti dikutip dari Antara, Rabu (13/2).

Hal tersebut diungkapkan Ki Musbar dalam menanggapi kabar bahwa beras tidak layak konsumsi yang ditemukan di Ogan Komering Ulu Timur akan dialihkan untuk pakan ternak. Ki Musbar menegaskan beras bukan merupakan bagian utama dari komponen pakan ternak unggas, apalagi komposisinya hanya sekitar 3-5 persen dari pakan yang ada.

Advertisement

Menurut dia, bekatul dan menir mengandung lebih banyak energi, sedangkan beras, terutama yang tidak layak konsumsi, tidak bermanfaat bagi ternak. "Beras rusak itu tidak ada artinya bagi ayam. Vitamin sama karbohidrat sudah rusak. Untuk ternak unggas, tidak direkomendasikan kalau beras busuk," katanya.

Dia memastikan tidak ada peternak yang mau menampung beras busuk yang telah berkutu maupun terkena jamur untuk pakan ternak, karena sangat berisiko.

Oleh karena itu, Ki Musbar mempertanyakan wacana pemberian beras busuk sebanyak 6.000 ton yang ditemukan di salah satu gudang Bulog sebagai bahan makanan ternak. "Misalnya mau dijual dengan harga rugi kepada peternak, tapi sekarang, peternak mana yang mau memakai? tidak ada yang berani," ujarnya.

Advertisement

Sebelumnya, Tim Sergab TNI AD menemukan sekitar 6.000 ton beras tidak layak konsumsi dan busuk di gudang Bulog Sub Divre wilayah Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan.

Ribuan ton beras tersebut diduga merupakan beras pengadaan tahun 2015 dan sebagian besar ditemukan dalam keadaan tidak layak dan berkutu.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Pengadaan Perum Bulog Bachtiar Utomo menduga salah satu penyebab beras tersebut menjadi tidak layak karena proses modernisasi gudang yang lambat.

Untuk itu, upaya pengecekan terhadap gudang penyimpanan beras akan dilakukan agar tidak ada beras yang mengalami penurunan mutu akibat terlalu lama tersimpan di gudang.

Baca juga:
Polisi dan Dirut Bulog Diminta Usut Ribuan Ton Beras Busuk di Gudang di Sumsel
6 Ribu Ton Beras Busuk Ditemukan di Gudang Bulog OKU Timur
Ombudsman Ingatkan Bulog Soal Ekspor Beras Jangan Sampai Korbankan Stok Dalam Negeri
Bos Bulog Soal Rencana Ekspor Beras: Beberapa Negara ASEAN Siap Beli
Jokowi Minta Saran ke Pengusaha Jaga Harga Beras Tetap Stabil
Darmin Soal Rencana Bulog Ekspor Beras: Sudahlah, yang Penting Jaga Harga Tak Naik

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.