Petani tembakau dinilai paling susah sejahtera
Tengkulak menjadi salah satu penyebab petani tembakau sulit sejahtera.
Ketua Koalisi Rakyat Bersatu Melawan Kebohongan Industri Rokok, Kartono Mohamad mengatakan nasib petani tembakau masih memprihatinkan. Hal tersebut dikarenakan harga jual tembakau yang belum pasti.
Menurut data dari Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) dan LDFEBUI mencatat buruh tani tembakau di Kendal, Jawa Tengah hanya diupah Rp 15.899 per hari; di Bojonegoro, Jawa Timur sebesar Rp 17.256 per hari; dan di Lombok Timur sebesar Rp 13.920 per hari.
Minimnya kesejahteraan tersebut ditambah dengan minimnya keuntungan yang didapatkan dalam pertanian tembakau. Di dataran rendah, tanaman bawang merah, melon, dan cabai merah lebih menguntungkan petani. Sedangkan di dataran tinggi, lebih menguntungkan cabai merah dan kentang.
"Petani di Indonesia itu bisa mencapai 600.000 orang. Tapi saat panen harga jual tembakau itu ditentukan oleh pabrik rokok melalui tengkulak (pengumpul)," kata Kartono di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Kamis (21/4).
Penulis buku Rokok Kretek Bukan Warisan Budaya Indonesia, Ade Permata Surya menambahkan dari data tersebut bisa terlihat bahwa kesejahteraan petani tembakau masih rendah. Sebab, pada musim panas, para tengkulak tembakau memainkan harga seenaknya. Padahal, para petani kerap berhutang saat menanam tembakau.
"Modal tanam tembakau didapat dari utang, jika tidak petani harus menjual dan menggadaikan aset keluarga sebagai modal. Padahal hasil panen tidak menentu karena cuaca juga, ditambah dengan permainan harga itu. Maka tingkat kesejahteraannya masih rendah," jelasnya di tempat yang sama.
Baca juga:
Jepang niat kembangkan minyak nabati dari limbah padi di Indonesia
Ekonom nilai kebijakan pangan pemerintah belum berpihak pada petani
Pemerintah berikan sertifikat 383 hektar tanah ke 1.100 petani Garut
Mentan Amran sediakan lahan untuk investasi Denmark di Indonesia
Genjot kinerja pertanian, Indonesia kirim 43 petani magang ke Jepang
Jokowi mau jadikan desa kuat, Menteri Marwan siap kawal
Pulang dari Brebes, Jokowi bawa hama ulat ke Jakarta