LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Petani ogah tanam kedelai, produsen tempe Sumbar krisis bahan baku

Menurut Kepala Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, Candra, kebutuhan kedelai untuk masyarakat Sumbar mencapai 2.892 ton per tahun. Sedangkan, produksi kedelai Sumbar per tahunya hanya berkisar di angka 1.400 ton. Saat ini, Sumbar diminta membantu swasembada kedelai nasional.

2017-10-14 13:30:00
Kedelai
Advertisement

Produksi kedelai di wilayah Sumatera Barat (Sumbar) dari tahun ke tahun mengalami penurun drastis. Imbasnya, produsen tahu dan tempe lokal bergantung pada kedelai daerah lain.

"Di Sumbar, ada 18 industri pengolahan tahu dan tempe. Sayangnya, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, didatangkan kedelai dari Jambi, Riau dan Medan. Padahal, lahan pertanian kita juga bisa ditanami kedelai," sebut Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit di Padang, Sabtu (14/10).

Tanaman kedelai di Sumbar, kata Nasrul, masih cenderung dianggap kurang menarik oleh sebagian petani. Sebab, tanaman kedelai memerlukan air yang cukup selama masa pertumbuhannya. Sedangkan kondisi lahan di Sumbar, tidak semuanya dapat menyuplai air yang cukup.

"Produksi kedelai Sumbar per hektarnya, berkisar dari 1,15 hingga 1,32 ton. Sedangkan di luar negeri, bisa mencapai 2,3 hingga 3 ton per hektarnya," katanya.

Saat ini, Sumbar diamanahkan oleh pemerintah sebagai salah satu provinsi yang membantu swasembada kedelai nasional. Target luas lahan produksi 15.000 hektar dengan perkiraan hasil panen mencapai 18.000 ton per tahun.

Menurutnya, target tersebut cukup berat untuk direalisasikan. Namun, upaya tetap harus dilakukan, agar kebutuhan kedelai Sumbar tidak lagi bergantung pada daerah lain. Target tersebut, juga untuk mendorong perluasan areal kedelai yang saat ini hanya sekitar 296 hektar.

"Kita punya target 15.000 hektare. Bagaimanapun caranya, Dinas terkait harus membantu sarana dan prasarana," tegas Nasrul.

Jika sarana dan prasarana bagus, diyakini hasil kedelai Sumbar mampu menggenjot perekonomian petani. Apalagi, dalam instruksi Kementerian Pertanian ini, TNI-AD juga diminta untuk membantu percepatan perluasan lahan tanam kedelai.

"Jika hasilnya sesuai yang diharapkan, otomatis kita tidak lagi mendatangkan dari daerah lain," beber mantan Bupati Pessel itu.

Menurut Kepala Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumbar, Candra, kebutuhan kedelai untuk masyarakat Sumbar mencapai 2.892 ton per tahun. Sedangkan, produksi kedelai Sumbar per tahunya hanya berkisar di angka 1.400 ton.

"Produksi kedelei Sumbar tidak stabil dari tahun ke tahun. Bahkan cenderung menurun sejak tahun 1996 hingga 2006. Padahal, tahun 1996 produksi kedelai Sumbar mencapai 13.408 ton, turun tahun 2000 sebesar 12.686 ton. Dan merosot tajam tahun 2006 dengan produksi hanya 1.438 ton," ujarnya.

Saat ini, kata Candra, Sumbar akan kembali menggiatkan penanaman kedelai. Setidaknya, ada sepuluh Kabupaten yang memiliki lahan berpotensi kedelei. Diantaranya, Kabupaten Pasaman, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Lima Puluh Kota, Agam, Tanahdatar, Sijunjung, Dharmasraya, Solok Selatan dan Kabupaten Pesisir Selatan.

Baca juga:
Hati-hati, kacang kedelai mengandung 5 racun ini
Kementan target swasembada padi, jagung dan kedelai dalam 3 tahun
Kabar baik, kedelai mampu turunkan risiko bahaya plastik
Tak hanya dari susu sapi, yogurt susu kedelai juga tak kalah sehat
Pandangan udara luasnya lahan kedelai di hutan Amazon
Rupiah terpuruk, harga kedelai kembali meroket
Kedelai makin mahal, pengusaha tahu di Aceh terancam gulung tikar

Advertisement
(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.