LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Petani di Banten Ekspor Jagung dan Melon ke Hongkong

Petani di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang, Banten saat ini sudah mampu mengekspor hasil panennya ke negara Hongkong. Komoditas yang diekspor adalah jagung dan melon yang dikirim melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

2019-01-27 16:00:00
Petani
Advertisement

Petani di kawasan pesisir Kabupaten Tangerang, Banten saat ini sudah mampu mengekspor hasil panennya ke negara Hongkong. Komoditas yang diekspor adalah jagung dan melon yang dikirim melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

"Setiap bulan dikirim sebanyak 20 ton termasuk 30 jenis sayuran lainnya," kata Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar di Tangerang, dikutip Antara, Minggu (27/1).

Dalam kunjungan kerja ke Teluknaga, Ahmed mendatangi kebun sayuran dan buah-buahan milik petani dengan hasil yang dapat dieskpor serta menambah pendapatan keluarga. Bahkan bidang pertanian merupakan salah satu program unggulan Pemkab Tangerang demi ketahanan pangan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJMD) setempat.

Advertisement

Ahmed mengatakan kedua buah-buahan dan sayuran itu merupakan varitas unggulan setempat yang ditanam petani di Kecamatan Teluknaga, kawasan pantai utara. Selama ini, kawasan tersebut kurang produktif untuk tanaman padi tapi ketika petani melakukan peralihan dengan mencoba menanam buah-buahan dan sayuran hasilnya cukup menggembirakan dan dianggap berhasil.

Untuk itu, pemerintah setempat melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mengembangkan kawasan tersebut sebagai lahan produktif dan memiliki potensi besar di bidang pertanian holtikultura. Saat ini, petani setempat mampu mengembangkan melon dan hasilnya meningkat dari biasanya yakni 50 ton per hektare, dua kali lipat dari biasanya.

Menurut dia, saat ini lahan pertanian di kawasan pesisir makin berkurang akibat adanya perumahan dan pergudangan terutama di Kecamatan Kosambi, Sepatan dan Teluknaga. Para petani setempat terpaksa menjual tanah karena sawah yang ada dianggap tidak produktif lagi, ini menyebabkan keberadaan lahan menjadi menyusut drastis setiap tahunnya.

Advertisement

Pihaknya berharap agar warga setempat dapat mempertahankan lahan yang terbatas itu supaya lebih produksif diantaranya menanam aneka sayuran dan buah-buahan. "Kebutuhan sayuran dan buah-buahan untuk daerah ini didatangkan dari provinsi lain, maka mendatang jika petani aktif mengarap lahan yang terbatas tersebut, niscaya ketahanan pangan lokal dapat diatasi," tutupnya.

Baca juga:
Bos Bulog Soal Rencana Ekspor Beras: Beberapa Negara ASEAN Siap Beli
Pemerintah Jokowi Gratiskan Pajak Bagi Devisa Ekspor yang Dikonversi ke Rupiah
BI: Rekening Khusus Simpanan DHE Masih Tunggu Peraturan Presiden
Berpotensi Bawa Penyakit, Jahe dan Benih Lada asal India Dimusnahkan
Beragam Tantangan Pajak Tahun ini, Mulai Pemilu Hingga Turunnya Harga Komoditas

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.