LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pertumbuhan Wisata Online Indonesia Disebut Paling Pesat di Asia Tenggara

Travelstop, perusahaan travel atau wisata bisnis daring yang berbasis di Singapura, secara resmi meluncurkan layanannya di Indonesia. Perusahaan yang baru terbentuk pada 2018 ini kini resmi diluncurkan di tujuh negara yaitu Indonesia, Thailand, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Korea Selatan dan Vietnam.

2019-01-23 14:18:44
Pariwisata Indonesia
Advertisement

Travelstop, perusahaan travel atau wisata bisnis daring yang berbasis di Singapura, secara resmi meluncurkan layanannya di Indonesia. Perusahaan yang baru terbentuk pada 2018 ini kini resmi diluncurkan di tujuh negara yaitu Indonesia, Thailand, Hong Kong, Taiwan, Jepang, Korea Selatan dan Vietnam.

CEO Travelstop, Prashant Kirtane, mengatakan bahwa Indonesia merupakan pasar wisata yang sedang berkembang. Hal ini membuat pasar wisata Indonesia menjadi incaran.

"Indonesia adalah pasar yang berkembang paling pesat dalam pemesanan wisata daring di Asia Tenggara," katanya dalam Media Briefing, di Jakarta, Rabu (23/1).

Advertisement

Indonesia, kata dia, merupakan salah satu pasar pariwisata utama yang diincar dan Travelstop akan mulai mencari jaringan kerjasama dengan berbagai perusahaan besar yang ada di Nusantara. "Indonesia adalah pasar yang sangat menarik, banyak perusahaan 'high tech' di sini," kata dia.

Menurut dia pasar wisata global ditargetkan mencapai USD 1,6 triliun pada 2020, naik dari 2015 yang mencapai USD 1,2 triliun. Pada 2025, sekitar separuh dari wisata bisnis global diperkirakan bakal dibelanjakan di Asia Pasifik.

Selain pasar wisata yang menjanjikan, Indonesia juga memiliki perusahaan yang memiliki jaringan teknologi tinggi seperti di Jakarta.

Advertisement

Co-founder dan Chief Product Officer Travelstop, Altaf Dhamani, mengatakan untuk mempermudah pelanggan menggunakan platform-nya, Travelstop juga telah meluncurkan juga meluncurkan aplikasi iPhone. Aplikasi ini ditujukan untuk membantu pelanggan mengakses informasi mengenai perjalanan mereka serta mengelola pengeluaran bisnis on-the-go.

"Tujuan kami adalah membuat karyawan perusahaan menjadi lebih produktif. Mereka tidak lagi harus menghabiskan waktu berjam-jam mengurus proses klaim pengeluaran yang kerap menghantui, saat kembali dari perjalanan bisnis," kata dia.

"Kami meningkatkan kemampuan dasar perangkat asli untuk membuat pengeluaran perjalanan menjadi sangat mudah. Fokus kami adalah memberikan pengalaman yang luar biasa bagi pengguna, apa pun perangkatnya." imbuhnya.

Sejak diluncurkan pertama kali di bulan Agustus 2018 lalu, Travelstop telah diadopsi oleh berbagai jenis perusahaan di Asia, termasuk perusahaan yang sedang berkembang pesat seperti RedDoorz, Funding Societies, Advance.ai, Dot Property dan SP Jain.

Travelsto telah mendapatkan pendanaan USD 1,2 juta dari para investor terkemuka seperti perusahaan modal ventura asal Amerika Serikat SeedPlus, serta veteran industri perjalanan seperti Expedia dan Yahoo!.

Baca juga:
Komentar JK Dengar Rencana Penutupan Taman Nasional Komodo Selama Setahun
Ini Tanggapan JK Soal Rencana Penutupan Taman Nasional Komodo
Ada Bandara New Yogyakarta, Jumlah Wisatawan Candi Borobudur Capai 3 Juta Orang
Mahalnya Harga Tiket Pesawat Ganggu Kunjungan Wisatawan ke Lombok
Berkebaya, Nafa Urbach Sempatkan Mandi di Mata Air Ndas Gending
Tawarkan Harga Terjangkau, Hotel Kapsul Modern Hadir di Pusat Kota Jakarta
Pemprov DKI akan Perluas Kompleks Makam Pangeran Jayakarta

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.