LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Pertumbuhan industri barang konsumsi melambat

Pertumbuhan consumer good di Indonesia tahun ini sebesar 7,4 persen menurun dibandingkan tahun lalu sebesar 15,2 persen.

2015-10-21 21:14:30
Pertumbuhan Industri
Advertisement

Pertumbuhan pasar industri Fast Moving Consumer Good (FMCG) Indonesia mengalami perlambatan. Hal tersebut dipengaruhi perlambatan ekonomi global.

“Perlambatan ini terjadi pada berbagai sektor consumer good, terutama pada sektor makanan dan minuman yang merupakan sektor paling besar di dalam pembelanjaan rumah tangga. Indonesia, Thailand, dan Vietnam merupakan negara yang penurunannya terlihat sangat besar, jika dibandingkan dengan tahun lalu,” ujar Managing Director Kantar Worldpanel Indonesia, Vietnam, dan Filipina Fabrice Carrasco dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (21/10).

Dari hasil riset, pertumbuhan consumer good di Indonesia tahun ini sebesar 7,4 persen. Pertumbuhan ini menurun jika dibandingkan tahun 2014 yang mencapai 15,2 persen.

Advertisement

Kondisi consumer good di Indonesia ini sejalan dengan hasil riset Kantar Worldpanel untuk pasar Asia. Bahwa pada 2013, secara keseluruhan pertumbuhan consumer good di Asia sekitar 10 persen. Sedangkan pada 2015, pasar FMCG menurun sekitar 4,6 persen.

Sementara itu, General Manager Kantar Worldpanel Indonesia Lim Soon Lee mengatakan industri FMCG dari Asia termasuk Indonesia menunjukkan angka pertumbuhan yang lebih besar dibandingkan para pemain global (Multi National Company/MNC).

“Asia merupakan market yang unik, karena para pemain lokal yang mendominasi lebih banyak dibandingkan dengan para pemain global,” ujar .

Advertisement

Di sisi lain, perlambatan pertumbuhan di industri FMCG ini juga memengaruhi kebiasaan berbelanja di rumah tangga Indonesia. Menurut data Kantar Worldpanel, ada kesamaan para rumah tangga di Asia termasuk Indonesia di dalam kebiasaan belanja mereka, yakni mengurangi frekuensi belanja namun meningkatkan kuantitas pembelian per pembelanjaan.

“Kategori yang dibeli tahun ini lebih sedikit dibandingkan dengan tahun lalu. Jika tahun lalu rata-rata orang berbelanja sekitar 48 kategori, untuk tahun ini mereka berbelanja sekitar 46 kategori. Tampak sekali mereka lebih berhati-hati di dalam berbelanja,” kata Insight Director Kantar Worldpanel Indonesia Nadya Ardianti.

Untuk itu, pemain FMCG diharapkan untuk memastikan distribusi, ketersediaan barang dan mempertahankan penempatan yang mudah diliat konsumen pada rak-rak retailer dengan berkurangnya frekuensi berbelanja tiap rumah tangga tersebut.

Baca juga:
Presiden Jokowi minta Mendag tak abaikan potensi pasar negara kecil
Tak punya target ekspor, Mendag Lembong ikuti proyeksi Bappenas
Kadin: Indonesia kena dampak ekonomi global karena impor bahan baku
Melihat produk-produk dalam negeri di Trade Expo Indonesia 2015
Setahun Jokowi-JK, Indonesia masih menjadi surga barang bekas

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.