Pertumbuhan Ekonomi 5,17 Persen di 2018 Tertinggi Sejak 2014
Kepala BPS, Suhariyanto, menyampaikan, berdasarkan penyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi berasal dari lapangan usaha industri pengolahan sebesar 0,91 persen. Kemudian diikuti oleh perdagangan besar eceran, reparasi mobil sepeda motor sebesar 0,61 persen, dan kehutanan perikanan mencapai sebesar 0,50 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2018 mencapai 5,17 persen. Angka ini menjadi salah satu capaian tertinggi pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak 2014 lalu.
Kepala BPS, Suhariyanto, menyampaikan, berdasarkan penyumbang pertumbuhan ekonomi tertinggi berasal dari lapangan usaha industri pengolahan sebesar 0,91 persen. Kemudian diikuti oleh perdagangan besar eceran, reparasi mobil sepeda motor sebesar 0,61 persen, dan kehutanan perikanan mencapai sebesar 0,50 persen.
"Di samping itu, informasi dan komunikasi juga tumbuh sebesar 0,36 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi Indonesia dari lapangan usaha lainnya sebesar 2,14 persen," kata Suhariyanto, di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (6/2).
Suhariyanto menambahkan, dari sisi pengeluaran sendiri pertumbuhan ekonomi yang mencapai 5,17 persen terjadi pada semua komponen. Yakni mulai dari komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga (PK-RT), pengeluaran konsumsi pemerintah (PK-P), dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) serta ekspor dan jasa.
"Sumber pertumbuhan tertinggi berasal dari komponen PK-RT sebesar 2,74 persen. Kemudian diikuti oleh komponen PMTB sebesad 2,17 persen. Sementara pertumbuhan ekonomi dari komponen lainnya sebesar 0,26 persen," pungkasnya.
Adapun, struktur ekonomi Indonesia secara spasial 2018 didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera. Pulau Jawa memberikan kontribusi terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi, yakni sebesar 58,48 persen, diikuti oleh Pulau Sumatera sebesar 21,58 persen, dan Pulau Kalimantan 8,20 persen.
Baca juga:
BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi 2018 Sebesar 5,17 Persen
Indef: Jelang Pilpres 2019 Investor Tahan Diri Masuk ke Indonesia
Pemerintah Prediksi Pertumbuhan Ekonomi 2018 Kisaran 5,2 Persen
Kemenkeu Tegaskan Pertumbuhan Ekonomi RI Masih Cukup Baik
Investor Lebih Khawatir Ekonomi Global Ketimbang Risiko Politik
Komisi XI DPR: Negara Kita Belum Punah
Indef: Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Sulit Diprediksi di 2019