Pertumbuhan Ekonomi 2022 Tergantung dari Penanggulangan Pandemi
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menanggapi target pertumbuhan ekonomi di 2022 sebesar 5-5,5 persen. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi ini akan sangat bergantung pada penanggulangan pandemi COVID-19 yang hingga kini masih belum bisa diprediksi kapan berakhir.
Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah menanggapi target pertumbuhan ekonomi di 2022 sebesar 5-5,5 persen. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi ini akan sangat bergantung pada penanggulangan pandemi COVID-19 yang hingga kini masih belum bisa diprediksi kapan berakhir.
"Kalau diproyeksikan pandemi sudah mereda, kita sudah bisa seperti normal lagi atau new normal. Seharusnya kita bisa lebih optimis bisa tumbuh di atas 6 persen. Low base effect masih ada dan perekonomian punya momentum untuk melompat, asal ada dorongan dari kebijakan fiskal dan moneter," ujar Piter saat di Jakarta, dikutip Antara, Senin (16/8).
Piter mengharapkan pemerintah bisa lebih optimistis, agresif, dan tidak ragu-ragu dalam menetapkan target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada tahun depan.
"Jangan ragu-ragu menetapkan target pertumbuhan ekonomi tahun depan yang tinggi. Yang tidak masalah akan tercapai atau tidak. Yang menentukan realistis atau tidak bukan berapa angka targetnya. Target pertumbuhan rendah karena memang tidak berusaha itu yang sangat disesalkan. Yang kita inginkan target pemerintahan yang tinggi dengan di-support rencana kerja yang sesuai. Jadi rencana kerjanya yang menentukan realistis atau tidak," imbuhnya.
Target pertumbuhan ekonomi yang tinggi diperlukan guna memberikan lapangan kerja yang cukup bagi angkatan kerja dan mengurangi tingkat kemiskinan yang sempat naik karena pandemi. "Syaratnya pandemi harus bisa ditanggulangi dan pemerintah tidak ragu-ragu mendorong ekonomi dengan kebijakan fiskal yang lebih ekspansif," ujar Piter.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan asumsi indikator ekonomi makro dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2021. Di mana pertumbuhan ekonomi 2022, diperkirakan pada kisaran 5,0 persen sampai 5,5 persen.
Dia mengatakan, asumsi ini dilakukan denggan memperhitungkan dinamika pandemi Covid-19 di Indonesia. Pemerintah, akan berusaha maksimal mencapai target pertumbuhan di batas atas, yaitu 5,5 persen.
"Namun, harus tetap waspada, karena perkembangan Covid-19 masih sangat dinamis. Kita akan menggunakan seluruh sumber daya, analisis ilmiah, dan pandangan ahli untuk terus mengendalikan Pandemi Covid-19," kata Jokowi dalam rangka Penyemapaian RUU RAPBN Tahun Anggaran 2022," Senin (16/10).
Dia mengatakan, tingkat pertumbuhan ekonomi 5,5 persen ini juga menggambarkan proyeksi pemulihan yang cukup kuat, didukung oleh pertumbuhan investasi dan ekspor sebagai dampak pelaksanaan reformasi struktural. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan mengingat ketidakpastian global dan domestik dapat menyumbang risiko bagi pertumbuhan ekonomi ke depan.
Baca juga:
Jokowi Target Pertumbuhan Ekonomi 5,5 Persen di 2022
La Nyalla Tak Terima Indonesia Dinilai Gagal Tangani Pandemi
Pekerjaan Rumah Pemerintah Entaskan Kemiskinan
Ketua MPR Waspadai Rentetan Dampak Ketidakpastian Ekonomi Akibat Covid-19
Di Sidang Tahunan, Ketua MPR Soroti Pelemahan Ekonomi Akibat Covid-19
BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Naik di 2024-2025