Pertamina tambah satu kapal tanker senilai Rp 153 miliar
Total investasi pembangunan kapal jenis Small Tanker 3.500 LT DWT itu sebesar USD 11,73 juta atau setara Rp 153,2 miliar. Serah terima Transko Arafura dari Galangan PT DDW kepada PTK lebih cepat dari jadwal waktu penyerahan yang ditetapkan pada Selasa (18/10).
Anak usaha PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Trans Kontinental (PKT), tahun ini menambah satu armada kapal milik yang akan memperkuat kapal tanker untuk mengangkut minyak setelah menerima penyerahan kapal dari PT Dry Dock World Pertama (DDW).
Total investasi pembangunan kapal jenis Small Tanker 3.500 LT DWT itu sebesar USD 11,73 juta atau setara Rp 153,2 miliar. Serah terima Transko Arafura dari Galangan PT DDW kepada PTK lebih cepat dari jadwal waktu penyerahan yang ditetapkan pada Selasa (18/10).
Direktur Utama PTK Soebagio Hari Moeljanto, mengatakan Transko Arafura merupakan kapal tanker pertama yang dibangun dan dimiliki oleh PTK. Pembangunan kapal Small Tanker ini sudah disesuaikan dengan spesifikasi yang dibutuhkan oleh pengguna dan telah disesuaikan dengan aturan terkini dari IMO, SOLAS, MARPOL, CLASS ABS, dan ISM.
"Transko Arafuru akan dioperasikan untuk mendukung kegiatan Pertamina Shipping dan ditargetkan memberikan kontribusi pendapatan bagi PTK sebesar Rp 31 miliar per tahun," ujar Soebagio di Jakarta, Senin (17/10).
Menurutnya, rencana Transko Arafura melayani Pertamina Shipping dengan jangka waktu sewa selama delapan tahun. Kapal jenis small tanker ini nantinya dioperasikan di wilayah perairan Sumatera Bagian Utara atau Kalimantan dan sekitarnya untuk mendukung kegiatan operasional Pertamina Shipping.
Selain Transko Arafura, rencananya PTK juga akan melaksanakan delivery satu unit Oil Barge 1100 KL diberi nama Transko Ranau yang dibangun oleh PT Patria Maritim Perkasa. Armada kapal tersebut milik PTK akan memperkuat bisnis PTK dan meningkatkan eksistensi PTK untuk bersaing secara global di dalam bisnis pelayaran.
Baca juga:
Depan bos Pertamina, Jokowi marah harga BBM di Papua bisa Rp 100.000
Pertamina apresiasi penetapan calon pemenang tender PLTGU Jawa I
DPR: Pembangunan terminal LNG tidak bebankan keuangan negara
Kargo pertama tiba, Iran resmi jadi pemasok LPG baru di Indonesia
ESDM: Kepala daerah tak bisa keluarkan izin kelola sumur tua
Pertamina tunjuk Rekind perluas daya angkut muatan kilang Balongan
Fasilitas pencampur minyak Pertamina bisa perkuat ketahanan energi