Pertamina rugi Rp 200 per liter saat menjual Pertalite
PT Pertamina (Persero) menyatakan alami kerugian saat menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite. Meski telah dinaikan sebesar Rp 200 per liter pada akhir Maret lalu, harga saat ini masih di bawah nilai keekonomian. Menurut Iskandar, saat ini harga pasar Pertalite sekitar Rp 8.000 per liter.
PT Pertamina (Persero) menyatakan alami kerugian saat menjual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite. Meski telah dinaikan sebesar Rp 200 per liter pada akhir Maret lalu, harga saat ini masih di bawah nilai keekonomian.
Direktur Pemasaran Pertamina, M Iskandar, mengatakan Pertamina saat ini mengalami kerugian dalam penjualan Pertalite. "Yang jelas saat ini seperti Pertalite kami jual rugi," kata Iskandar, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (10/4).
Menurut Iskandar, saat ini harga pasar Pertalite sekitar Rp 8.000 per liter. Sementara, harga Pertalite yang dijual Pertamina untuk wilayah Jawa Rp 7.800 per liter, dengan begitu Pertamina menanggung kerugian Rp 200 untuk setiap liternya.
"Keekonomiannya sekitar Rp 8 ribuan. Kurang Rp 200 lagi, ujarnya.
Iskandar mengungkapkan, Pertamina menanggung kerugian sejak harga minyak dunia mengalami kenaikan. Sementara, perusahaan baru menaikan harga Pertaite satu kali sebesar Rp 200 per liter.
"Kan harganya naik terus, kita kan baru naik sekali Rp 200 per liter," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6
Baca juga:
Jonan akan buat aturan agar Pertamina konsultasi sebelum naikkan harga Pertalite Cs
Jokowi 'diem-diem bae' naikkan harga Pertalite
ESDM ingatkan Pertamina tak kurangi pasokan Premium
Kemenkeu nilai kenaikan harga Pertalite berpotensi buat masyarakat beralih ke Premium
Pertamina kembali naikkan harga Pertalite, hari ini lebih mahal Rp 200 per liter
Pertalite laku buat Premium sulit dicari di SPBU
Penjualan pertalite oplosan di Indramayu dibongkar, pelaku untung Rp 8,4 juta/bulan